Mazda GB FC & Bandung Legend Berangkat ke Jepang 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Dua tim junior, Mazda GB FC dari Laos dan Bandung Legend dari Indonesia, kini telah menempuh perjalanan ke Jepang. Keduanya dipastikan akan berangkat ke Chiba, Jepang pada 21‑24 Agustus 2026 untuk mengikuti Junior Soccer World Challenge 2026 U‑12.
Perjuangan kedua tim dimulai di Podomoro Land Cup, yang kali ini menjadi babak kualifikasi Junior Soccer World Challenge Asia Tenggara. Turnamen ini menggunakan format 7 lawan 7 dengan durasi 2×15 menit, sesuai regulasi FIFA dan PSSI. Kompetisi ini ditujukan bagi pemain U‑12 kategori putra, kelahiran 1 Januari 2014 hingga 1 Januari 2016.
Setelah melewati fase grup, kedua tim berhadapan di babak final yang digelar di Stadion Soemantri Brojonegoro pada 07 Juni 2026. Pertandingan berlangsung sengit. Mazda GB FC memimpin 1‑0, namun Bandung Legend berhasil menyaingi menjadi 1‑1 sebelum babak pertama berakhir. Pada babak kedua, Mazda GB mencetak gol tambahan, menutup skor akhir 2‑1.
Kejuaraan ini menandai kemenangan pertama Mazda GB FC dalam kualifikasi Junior Soccer World Challenge. Thippanet Keanivong, presiden Mazda GB, mengakui kesulitan timnya untuk meraih trofi. Ia memuji ketahanan Bandung Legend yang memberikan perlawanan ketat di final.
“Benar-benar pertandingan yang ketat di final, para pemain muda Indonesia juga sangat kuat. Namun kami juga sudah melakukan persiapan selama dua tahun untuk mengikuti ajang ini. Kami pun ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah menggelar event ini dengan baik,” ujar Keanivong.
Pelatih Bandung Legend, Budi Agil, menyatakan rasa terima kasih atas kemenangan Mazda GB FC. Ia menegaskan bahwa timnya akan segera mempersiapkan diri untuk kompetisi di Jepang. “Jujur, permainan tim dari Laos sudah terstruktur dan akhirnya karena kesalahan sedikit dari kami tadi yang membuat mereka menang. Kalau soal ke Jepang, mungkin yang akan dipersiapkan nanti soal transisi dari 7 vs 7 ke 11 vs 11. Jadi saya akan buat program dan tambah pemain, karena kalau 11 lawan 11 cadangannya minimal tujuh pemain,” ucap Budi Agil.
Di sisi lain, Mitsuru Hamada, Presiden Amazing Sports Lab Japan Inc. & Nara Club, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas pemain muda Indonesia. Ia menilai bahwa tim Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di Jepang melawan akademi-akademi Eropa yang juga diundang.
“Saya kaget melihat kualitas para pemain muda Indonesia. Mereka punya tendangan yang bagus, dan larinya juga kencang. Mereka juga berpotensi bisa bersaing di Jepang melawan akademi‑akademi dari Eropa yang juga akan diundang di sana,” kata Mitsuru Hamada.
Ia menambahkan, “Kalau di Jepang penontonnya pada tenang, diam. Tapi di sini passion‑nya dan atmosfernya sangat luar biasa. Mereka tidak berhenti bersorak mendukung tim.”
Keputusan untuk mengirim kedua tim ke Jepang didasarkan pada prestasi mereka di Podomoro Land Cup. Selain tiket ke Jepang, Mazda GB FC dan Bandung Legend memperoleh fasilitas lengkap: tiket pesawat pulang‑pergi Jakarta‑Tokyo (Haneda), akomodasi, konsumsi selama di Jepang, serta transportasi domestik. Fasilitas ini mencakup 18 pemain dan 5 ofisial tim.
Turnamen ini menandai langkah penting bagi para pemain muda Indonesia. Junior Soccer World Challenge U‑12 dikenal sebagai ajang prestisius di Asia, yang secara konsisten menghadirkan akademi klub-klub elite dunia. Beberapa pemain yang pernah tampil di ajang ini kini berkembang menjadi profesional, memperkuat tim nasional, seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons.
Klub-klub besar Eropa – FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal – juga pernah berpartisipasi. Keberadaan mereka menambah nilai kompetitif dan eksposur bagi pemain muda Indonesia.
Dengan kemenangan di final, Mazda GB FC dan Bandung Legend kini menantikan tantangan baru di Jepang. Mereka harus menyesuaikan diri dengan format 11 lawan 11, menambah pemain, dan mempersiapkan strategi yang lebih kompleks. Persiapan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dan pengalaman mereka di level internasional.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki pemain muda berbakat yang mampu bersaing di kancah internasional. Kompetisi ini juga membuka peluang bagi klub lokal untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan standar pelatihan. Dengan dukungan penuh dari penyelenggara, para pemain dapat fokus pada pengembangan diri dan menghadapi tantangan berikutnya di Jepang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Matthew Baker Debut Termuda di Timnas Indonesia Mencapai Sejarah
Timnas Swiss Siap Piala Dunia, Waspada Ular di San Diego
Marc Pubill Masuk Skuad Spanyol Piala Dunia 2026 Bola
Garuda Muda Raih Semifinal AFF U-19, Kalah Vietnam 1‑1
Garuda Muda U-19 Menang Vietnam 2-1, Masuk Semifinal AFF
Indonesia U-19 Menang 2-1 atas Vietnam, Lolos Semifinal
Berita Terbaru
Xi Jinping Kunjungi Korea Utara: Nuklir Tak Dinegosiasi
Jadwal Sholat Surabaya 08 Juni 2026: Imsak 04.06 WIB
Matthew Baker Debut Termuda di Timnas Indonesia Mencapai Sejarah
Zverev Raih Gelar Pertama Grand Slam di French Open 2026
Jadwal Salat Denpasar 8 Juni 2026: Waktu Shalat Hari Ini
Ganti Filter, Cuci Linen, Pakai Keset: Cara Kurangi Debu Rumah
Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Drones di Kawasan Udara
Mazda GB FC & Bandung Legend Berangkat ke Jepang 2026
PPPK Sekolah 2026 Buka 5.127 Formasi, 185 untuk SMA/SMK
Campus League Tegaskan Kerjasama Olahraga dengan UPH 2026
