MBG Diperluas: Lansia dan Disabilitas Jadi Target Baru

Vera T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
MBG Diperluas: Lansia dan Disabilitas Jadi Target Baru

Gambar atau konten salah?

Wacana memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan penyandang disabilitas kembali muncul setelah sempat dibahas pada awal 2026. Pemerintah kini menyatakan usulan tersebut sudah berada di meja Presiden dan sedang disiapkan untuk dimasukkan ke dalam regulasi resmi.

Di SMP 10 Cibinong, Kabupaten Bogor, pada hari Rabu (03 Juni 2026), Gus Ipul – Menteri Sosial Saifullah Yusuf – menjelaskan bahwa Kementerian Sosial telah mengajukan usulan agar manfaat MBG tidak hanya dirasakan siswa sekolah, melainkan juga kelompok rentan yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Ia berkata: “Kami sudah melapor kepada Bapak Presiden beberapa minggu yang lalu untuk mengajukan usulan terkait MBG bagi penyandang disabilitas yang belum diatur dalam Perpres.” Gus Ipul menekankan bahwa penyandang disabilitas dan lansia masih memerlukan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan gizi sehari‑hari. Selama ini, sasaran utama MBG lebih banyak difokuskan pada peserta didik dan kelompok tertentu sebagaimana diatur dalam kebijakan yang berlaku.

Menurutnya, Presiden telah memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. Namun pelaksanaannya masih memerlukan penyempurnaan regulasi dan koordinasi lintas kementerian. Ia mengutip: “Presiden meminta kami berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara. Pada dasarnya usulan tersebut disetujui Presiden dan tindak lanjutnya akan dimasukkan dalam Perpres MBG untuk penyandang disabilitas.”

Meski demikian, skema pelaksanaan program masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah saat ini masih menyusun sejumlah aspek teknis, mulai dari alokasi anggaran hingga mekanisme penyaluran kepada penerima manfaat. Gus Ipul menambahkan: “Saat ini kami masih berkoordinasi lebih lanjut mengenai alokasi dan teknis pengiriman kepada penerima manfaat.”

Diskusi juga mencakup pihak yang nantinya akan menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok penerima. Salah satu opsi yang sedang dibicarakan adalah keterlibatan pendamping atau caregiver yang direkrut Kementerian Sosial. Ia menjelaskan: “Misalnya siapa yang menyediakan layanan, karena SPPG juga belum seluruhnya selesai. Ada kemungkinan caregiver yang direkrut Kementerian Sosial akan dilibatkan. Tetapi semua itu masih dalam proses.”

Dengan langkah ini, pemerintah berharap program yang awalnya dirancang untuk siswa dapat memperluas jangkauannya, memberi dukungan gizi yang lebih merata kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Program Makan Bergizi Gratispenyandang disabilitaslansiapemerintahperpresalokasi anggarankoordinasi kementeriancaregiver

Komentar

Memuat komentar...