MBG Disusutkan: Penyaluran 6 kali menjadi 5 kali seminggu

Sari D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
MBG Disusutkan: Penyaluran 6 kali menjadi 5 kali seminggu

Gambar atau konten salah?

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan rencana pengurangan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu. Langkah ini dimaksudkan sebagai upaya efisiensi anggaran di tengah lonjakan harga minyak.

Ketika ditanya apakah Presiden Prabowo Subianto sudah setuju, Prasetyo menjawab bahwa rencana tersebut masih sedang difinalkan. "Sedang kita finalkan," katanya. Pertemuan tersebut berlangsung di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Jumat, 27 Maret 2026.

Prasetyo juga menyebutkan bahwa langkah-langkah pemerintah dalam merespons situasi global akan diumumkan minggu ini, termasuk nasib penyaluran MBG. "Ada Sabtu, ada Minggu," tutur Prasetyo, menegaskan bahwa program ini masih akan beroperasi pada akhir pekan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan opsi untuk efisiensi program MBG. Rencana efisiensi dilakukan dengan mengurangi jumlah penyaluran, dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Purbaya mengatakan negara bisa hemat sekitar Rp 40 triliun per tahun jika itu dilakukan. Angka itu baru berdasarkan hitungan kasar dari BGN. "Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Rencana ini masih dalam tahap finalisasi, namun estimasi penghematan signifikan menunjukkan bahwa pemerintah sedang mencari cara agar program sosial tetap berjalan tanpa menambah beban anggaran.

Makan Bergizi Gratisefisiensi anggaranPrabowo SubiantoBGNpenyaluranharga minyakpenghematanprogram sosial

Komentar

Memuat komentar...