MBG: Menteri Tegaskan SPPG Beli Bahan Lokal Desa Pusat
Gambar atau konten salah?
Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menegaskan bahwa program ini dapat menyalakan ekonomi desa. Menurut Zulhas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat membeli bahan baku makanan langsung dari warga desa. Ia menegaskan bahwa SPPG harus berpasokan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa (Kopdes). Langkah ini bertujuan agar dana program pemerintah tidak melarikan diri ke kota, melainkan tetap berputar di desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Zulhas menjelaskan bahwa ia telah menyiapkan aturan tata kelola yang ketat untuk rantai pasok pangan dalam program gizi nasional. Ia menegaskan bahwa SPPG tidak punya pilihan selain bermitra dengan potensi lokal yang ada di desa. “Pak Mendes mengatakan itu belanja ke BUMDes. Kalau enggak bisa, nanti SPPG harus belanjanya ke Kopdes. BUMDes ada di desa itu, itu wajib,” tegas Zulhas saat berbicara di Munas Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) dalam keterangan tertulis, Senin (11 Mei 2026).
Selain itu, Zulhas menyiapkan sanksi berat bagi unit SPPG yang mengabaikan instruksi tersebut. Ia menyebut akan ada sistem peringatan berjenjang yang berujung pada penghentian izin operasi. “Kalau enggak (belanja ke desa), bisa ditutup. Diberi peringatan satu, peringatan dua, peringatan tiga,” cetus Zulhas. Instruksi ini, menurutnya, merupakan bentuk pengaplikasian visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keberlangsungan hidup dan kemandirian ekonomi desa.
Program MBG diharapkan menjadi motor penggerak utama bagi petani, peternak, dan nelayan di desa. Dengan kebijakan ini, diharapkan desa-desa di seluruh Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam rantai pasok pangan nasional, sekaligus mencegah migrasi besar-besaran penduduk desa ke kota akibat minimnya lapangan kerja di daerah asal.
Ketum DPP Papdesi, Wargiyati, menyatakan dukungan penuh dan kesiapan mengawal program prioritas pemerintah, termasuk MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Ia menilai program MBG sangat bermanfaat bagi masyarakat penerima manfaat maupun warga di sekitar dapur SPPG. “Kebetulan di desa saya ada MBG, warga saya bisa kerja di situ 50 orang. Biasanya ibu rumah tangga enggak punya penghasilan, sekarang di atas Rp 2 juta, itu sangat luar biasa,” ujar Wargiyati dalam sambutannya.
Wargiyati kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Papdesi periode 2026-2031. Program MBG, dengan fokus pada pembelian bahan baku lokal dan pemberdayaan ekonomi desa, menunjukkan upaya pemerintah untuk menstabilkan perekonomian pedesaan dan mengurangi ketergantungan pada pusat kota.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Jatuh ke 14.000 per SGD, Pasar Saham Turun 5,2%
IHSG Menurun ke Zona Merah, Turun 1,46% ke 5.854 di Bursa
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Berita Terbaru
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Perpres No.27 2026 Turunkan Komisi Ojek Online Jadi 8%
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
