MBG Tambah Menu Ikan Dua Kali Minggu di Jawa Tengah

Lia N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
MBG Tambah Menu Ikan Dua Kali Minggu di Jawa Tengah

Gambar atau konten salah?

Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menambahkan menu ikan dua kali dalam satu minggu. Pemerintah menargetkan Jawa Tengah menjadi pilot project untuk uji coba ini.

Dewan Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara, mengungkapkan keputusan tersebut di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada 12 April 2026.

Ia menegaskan, “Jawa Tengah luar biasa dukungannya untuk MBG. SPPG-nya termasuk yang paling banyak, banyak yang sudah dapat sertifikasi. Kami mencoba melihat Jawa Tengah ini sebagai pilot project.”

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah mencapai 3.741 unit, yang menjadi alasan utama pemilihan provinsi ini.

Dandy menjelaskan rencana menghubungkan unit pengolahan ikan dengan UMKM setempat. “Supaya nanti bakal lebih banyak menu ikan dalam MBG. Kalau yang kami dengar sudah banyak SPPG langsung berhubungan dengan UMKM,” ujarnya.

Visinya, semua SPPG akan secara konsisten memasukkan menu ikan setiap hari. Ia menambahkan, “Ke depannya kita berharap, kalau bisa semua SPPG selalu konsisten memasukkan menu ikan dalam menu MBG setiap hari. Kita ada program Gemar Ikan, nanti bila disetujui, menu ikan (di MBG) itu bisa dua kali dalam seminggu, secara nasional.”

Menurut Dandy, variasi frekuensi menu ikan di berbagai daerah masih berbeda. Beberapa daerah sudah menyajikan ikan sekali seminggu, sementara yang lain hanya dua minggu sekali.

Untuk mendukung rencana ini, unit pengolahan ikan harus siap menghadapi peningkatan volume. Ia menegaskan, “Tapi ini (rencana menu ikan di MBG tiap dua kali dalam seminggu) masih perlu kita tunggu, karena kekuatan hulunya juga harus kita siapkan. Unit pengolahan ikan harus siap menghadapi ini. Baik infrastrukturnya, sertifikasinya.”

Menjaga kualitas ikan menjadi prioritas. Dandy menyoroti rantai pasok dingin, dari penangkapan laut atau budidaya hingga menu anak-anak. “Ini pentingnya rantai pasok dingin, baik dari ikan ditangkap dari laut atau dari budidaya, sampai ke menu anak-anak. Dan memang pengolahannya banyak yang sudah berhasil karena memenuhi sertifikat.”

Ia menegaskan, “Kita berharap tidak terjadi lagi keracunan, khususnya dari ikan, karena kita memberikan perhatian kepada rantai pasoknya.”

Ketika ditanya tentang anggaran, Dandy bersikap optimis. Ia menyebut harga ikan terjangkau, bahkan setelah diolah, dibumbui, dan dipotong. “Ikan itu sebenarnya harganya terjangkau. Apalagi yang sudah diolah, dibumbuin, dipotong, dicabut tulang, cabut kulit, diolah tambahin tepung, bumbu, harganya masuk.”

Pengadaan menu ikan didorong oleh kampung nelayan merah putih dan bioflock yang telah dibangun di Jawa Tengah. “Di Jawa Tengah ada lima kampung nelayan merah putih sudah dibangun, ada di Pati, Jepara, Purworejo, sama Kebumen. Dibangun juga bioflock tematik untuk ikan lele dan ikan nila.”

Program ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memperkaya sumber protein dalam program MBG, sekaligus mendukung UMKM nelayan dan petani. Dengan infrastruktur dan sertifikasi yang memadai, harapan konsistensi menu ikan di SPPG dapat tercapai, menambah variasi dan nilai gizi bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Makan Bergizi Gratismenu ikanJawa TengahSPPGUMKMrantai pasok dinginkampung nelayan merah putih

Komentar

Memuat komentar...