MC LCC MPR Empat Pilar Terjerat Tuduhan Gaslighting 2026
Gambar atau konten salah?
Pada 13 Mei 2026, media sosial ramai membahas dugaan perilaku gaslighting yang dikaitkan dengan seorang MC di LCC MPR Empat Pilar. MC mengatakan “hanya perasaan adik-adik” ketika peserta menjawab benar namun dianggap salah menyuarakan protes. Situasi ini muncul setelah juri menunjukkan sikap defensif dan malah menyalahkan artikulasi peserta. MC dan juri akhirnya menjadi target netizen karena dianggap arogan dan antikritik.
Gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional yang membuat seseorang merasa perasaannya tidak valid, atau bahwa apa yang dipikir terjadi sebenarnya tidak terjadi. Seperti yang dikutip dari Cleveland Clinic, “Gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional untuk membuat merasa seolah-olah perasaan tidak valid, atau bahwa apa yang dipikir sedang terjadi sebenarnya tidak terjadi,”. Psikolog Chivonna Childs menambahkan bahwa seiring waktu, gaslighting dapat merusak harga diri dan kepercayaan diri.
Menurut psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, salah satu dampak gaslighting adalah hilangnya kepercayaan diri, kecemasan meningkat, dan mood turun. Ia menjelaskan, “Pertama kurangnya percaya diri, korban gaslighting ini akan merasa tidak yakin dengan dia punya pemikiran dan perasaannya. Karena seringkali dimanipulasi atau dibolak-balik oleh lawan bicaranya,”. Setelah melakukan sesuatu yang benar, respons yang tidak sesuai harapan dapat membuat korban meragukan nilai diri.
Anastasia menambahkan, “Dia menjadi kurang percaya diri dengan value yang dia punya, karena setelah melakukan sesuatu yang benar atau yang baik, belum tentu responsnya seperti yang dia pelajari. Hal baik berbuah baik,”. Ini menunjukkan bagaimana ekspektasi dan realitas dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian.
Kondisi ini juga memicu kecemasan. Ia berkata, “Karena dia menjadi khawatir orang lain akan memahami atau tidak dengan yang kumaksud. Orang lain akan berpikir apa tentang aku? Orang lain akan merasa atau menilai aku cukup baik atau tidak? Jangan-jangan aku dinilai salah?”. Ketakutan akan penilaian orang lain memperparah rasa cemas.
Anastasia melanjutkan, “Jangan-jangan aku dinilai berlebihan mungkin, atau aku dinilai yang tidak baik. Jadi intinya mengarah ke sana. Jadi gaslighting membuat diri korban cemas,”. Ketidakpastian terus berulang, memaksa korban melakukan overthinking.
Efek jangka panjangnya, ia peringatkan, “Jadi pada korban gaslighting biasanya ada yang juga kondisi di mana dia tidak mampu untuk berperang dengan pikiran overthinking, cemasnya, dan turunnya kepercayaan dirinya,”. Kondisi ini dapat menurunkan mood hingga menimbulkan depresi.
Ia menutup dengan, “Merasa tidak dipahami, merasa selalu salah, merasa aku tidak capable, merasa aku tidak ada masa depan baik,”. Perasaan tidak mampu, selalu salah, dan tidak ada masa depan menambah beban mental korban.
- Menuduh
- Menyalahkan
- Mengalihkan atau membantah argumen
- Menyangkal kesalahan
- Tidak setuju dengan versi kejadian orang lain
- Membuat orang lain merasa bersalah
- Mempermalukan dan meremehkan
- Berbohong
- Mempertanyakan penilaian
- Menganggap remeh atau mengabaikan perasaan
Di tengah perdebatan ini, video tentang “Prabowo Akan Buka 148 prodi Kedokteran untuk Atasi Kekurangan Dokter” juga menjadi sorotan, meski tidak terkait langsung dengan kasus MC.
Kasus ini menyoroti bagaimana perilaku gaslighting dapat menurunkan kepercayaan diri dan menimbulkan kecemasan, serta bagaimana media sosial memperluas dampak negatifnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
