Medan Siapkan Trotoar Tidak Seragam, Sesuaikan Kondisi
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Medan akan menata trotoar di delapan ruas jalan. Pada 3 April 2026, Wali Kota Rico Waas mengumumkan rencana perbaikan yang tidak akan bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Ruas-ruas yang akan diperbaiki meliputi:
- Jalan HM Yamin
- Jalan Zainul Arifin
- Jalan Juanda
- Jalan Monginsidi
- Jalan Setia Budi
- Jalan Masjid Raya
- Jalan Mahkamah
- Jalan Brigjen Katamso di kawasan Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun
Rico menyatakan, "Perencanaan dalam penataan trotoar akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tidak dipaksakan agar sama semua, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kawasan," saat diwawancarai.
Ia menekankan peran perencana dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan desain trotoar. Menurutnya, pembangunan trotoar ke depan harus mengalami peningkatan kualitas.
“Saya minta agar jangan dibangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik,” kata Rico.
Rico juga meminta agar pembangunan memperhatikan berbagai aspek: material, sistem drainase, pencahayaan, hingga akses bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan pentingnya integrasi antara jalur pejalan kaki, ruang hijau, dan fasilitas umum lainnya.
“Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Politisi NasDem ini mengingatkan agar pekerjaan tidak dilakukan terburu-buru tanpa perencanaan matang karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. “Jangan sampai kita hanya menutup jalan tanpa perencanaan yang baik. Masyarakat jadi tidak nyaman,” tambahnya.
Ia meminta seluruh pihak terkait merancang setiap titik pekerjaan secara detail, termasuk menyesuaikan dengan kondisi jalan yang sempit maupun kebutuhan parkir. “Semua harus direncanakan secara detail dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Intinya, kita ingin hasil yang terbaik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Rencana ini menandai upaya Medan untuk meningkatkan infrastruktur pejalan kaki, menyesuaikan desain dengan kebutuhan lokal, dan menekankan kualitas serta aksesibilitas bagi semua warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
