Mendikdasmen Ajak Siswa Manfaatkan Libur Lebaran untuk Belajar

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 34 dibaca
Bisik.id
Mendikdasmen Ajak Siswa Manfaatkan Libur Lebaran untuk Belajar

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan siswa mengenai makna libur Lebaran dan mudik di tahun 2026. Ia menyatakan bahwa waktu pulang kampung bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar nilai-nilai penting.

“Sebenarnya kita tidak menggunakan istilah libur, tapi pembelajaran di luar sekolah,” ujar Mu'ti saat diwawancarai di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada tanggal 14 Maret 2026.

Mu'ti juga berbagi tentang rencananya untuk mudik ke kampung halamannya di Kudus, Jawa Tengah. Ia akan menempuh perjalanan darat menggunakan mobil pribadi. “Saya mudik. Saya pakai perjalanan darat,” kata Mu'ti.

Sama seperti pemudik lainnya, Mu'ti memiliki harapan saat tiba di kampung. Ia ingin berkumpul bersama keluarga dan menikmati masakan ibunya. “Sayur Bening racikan sang bunda adalah menu yang paling saya rindukan dan sulit ditemukan di Jakarta,” ungkapnya. Ia menambahkan, masakan ibu selalu dimasak dengan penuh cinta, membuatnya menjadi istimewa.

Mu'ti mengajak siswa untuk memaknai Lebaran sebagai momen untuk melakukan tiga hal, yaitu refreshing, reunion, dan recreation. Refreshing berarti menyegarkan spiritual dan hubungan sosial. Reunion adalah kesempatan untuk bertemu kembali dengan teman-teman lama dan kerabat.

“Siswa dapat mengenal lebih dekat teman-teman asal kampung halaman orang tua mereka,” katanya. Ia juga menyebutkan, banyak teman lamanya yang kini telah menjadi nenek dan kakek.

Recreation adalah saat untuk menghasilkan ide-ide baru. Menurut Mu'ti, Lebaran harus dinikmati dengan sukacita. “Jadikan momentum mudik sebagai bagian untuk mendapatkan inspirasi dalam memperbaiki diri dan kinerja,” tegasnya.

Mu'ti mengingatkan siswa agar mengurangi waktu bermain handphone selama libur Lebaran. Ia juga meminta orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka. “Jangan habiskan waktu dengan gawai. Perhatikan waktu layar. Terlalu banyak terpapar layar tidak baik untuk mata dan pikiran,” pesannya.

Lebih baik, menurut Mu'ti, siswa bersilaturahmi secara langsung ke rumah saudara, teman, atau tetangga. Ia juga menyarankan agar siswa menikmati waktu refreshing sebelum kembali ke agenda akademik. “Gunakan waktu untuk hal-hal yang ringan, jangan terlalu tegang. Yang penting siapkan mental dan tetap gembira,” tutupnya.

Libur Lebaran diharapkan menjadi waktu yang bermanfaat, baik untuk belajar nilai-nilai baru maupun untuk mempererat hubungan sosial dengan keluarga dan teman-teman. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan inspirasi dan memperbaiki diri sebelum kembali ke aktivitas akademik.

Mendikdasmenlibur Lebaranmudikrefreshingreunionrecreationsilaturahmiscreen time

Komentar

Memuat komentar...