Mendikdasmen Dorong Kejujuran, Gembira di Ujian TKA SMP

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Mendikdasmen Dorong Kejujuran, Gembira di Ujian TKA SMP

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pesan kepada peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP/sederajat yang berlangsung di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang pada Senin (06 April 2026).

“Ya, yang pertama tentu kami berpesan kepada para murid untuk melaksanakan tes TKA ini dengan jujur, melaksanakan dengan gembira, tidak perlu takut, dan juga jangan ditakut-takuti,” kata Mu'ti di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (06 April 2026).

Ia menekankan pentingnya kejujuran dan sikap positif. Ia juga mengingatkan agar siswa tidak mencari sensasi. Ia berkaca pada kasus TKA jenjang SMA, di mana ada siswa yang melalukan live TikTok selama ujian.

“Jangan ada yang cari sensasi, misalnya bikin video atau update status sedang pengawas dan kegiatan lain yang tidak sesuai dengan prosedur dan aturan di dalam TKA,” ujarnya.

Pesan Mu'ti juga ditujukan kepada pihak sekolah. Ia mengajak sekolah agar realistis dan tidak menekan siswa. Ia berkata, “Sekolah juga jangan menargetkan yang tidak realistis, semuanya adalah bagian dari proses, bukan akhir. Sehingga karena itu, saya berharap agar semua mematuhi peraturan-peraturan yang ada,” imbaunya.

Ia menegaskan pentingnya pengawasan. Ia mengimbau para pengawas agar serius memantau ujian. Ia berkata, “Para pengawas juga kami imbau supaya melaksanakan tugas dengan sebagaimana mestinya,” katanya.

Sikap lain yang harus dijunjung siswa adalah bergembira. Ia menegaskan bahwa TKA tidak wajib, sehingga siswa di samping serius juga harus mengerjakannya dengan gembira. Ia berkata, “Dan mudah-mudahan sesuai dengan jargon TKA “Jujur Gembira”, kita tidak hanya membangun kejujuran ketika mereka mengerjakan tes, tetapi juga karakter dan pribadi yang jujur,” kata Mendikdasmen.

Mu'ti menyebut TKA tidak hanya untuk mengukur kemampuan akademik. Ia menjelaskan, “Itu yang lebih penting lagi. Juga dalam konteks yang lebih luas, kita untuk pertama kali dalam sejarah menyelenggarakan TKA ini. Dan TKA ini juga tidak hanya semata-mata mengukur kemampuan akademik, tapi juga kita mengukur kemampuan literasi, numerasi, kemudian juga ada survei karakter, kemudian survei lingkungan belajar,” kata Mu'ti.

Ia menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan. Ia berkata, “Dan sebagaimana yang kami sudah tetapkan, TKA ini tidak menjadi penentu kelulusan. Yang menentukan kelulusan adalah masing-masing satuan pendidikan. Dan karena itu, setelah TKA ini masih ada kegiatan pembelajaran sebagaimana biasa, dan juga tes yang diselenggarakan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran,” sambungnya.

Pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan kejujuran, kesenangan, dan realisme dalam Tes Kemampuan Akademik. Ia mengingatkan sekolah dan pengawas agar mendukung proses belajar tanpa tekanan, sambil menegaskan bahwa TKA hanyalah salah satu indikator, bukan penentu kelulusan.

TKAkejujuransikap positifpengawasanrealisttidak menekan siswakarakter

Komentar

Memuat komentar...