Mengempuk Daging Kurban dengan Daun Pepaya & Nanas

Lia N. · 3 min baca · 8 hari lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Mengempuk Daging Kurban dengan Daun Pepaya & Nanas

Gambar atau konten salah?

Memasak daging kurban seringkali jadi ujian bagi banyak orang. Tak hanya soal rasa, tekstur daging yang keras juga menjadi kendala saat dimasak. Banyak orang yang menerima daging kurban ingin mengolahnya menjadi hidangan yang lezat, namun tidak semua tahu cara sederhana untuk membuatnya empuk.

Berbagai cara sudah banyak dipakai, salah satunya menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan di rumah. Dua bahan yang paling populer adalah daun pepaya dan nanas. Kedua bahan ini mengandung enzim yang dapat memecah serat daging, sehingga daging menjadi lebih lembut.

Enzim papain yang terdapat pada daun pepaya memiliki sifat proteolitik. Dengan memanfaatkan enzim ini, proses pengempukan daging menjadi lebih cepat dan tidak memerlukan bahan kimia tambahan. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Siapkan daun pepaya segar, cuci bersih, lalu remas hingga getah keluar. Hindari meremas terlalu kuat sehingga daun tidak robek.
  • Bungkus potongan daging yang telah dibersihkan dengan daun pepaya yang sudah diremas. Pastikan daging tertutup rapat.
  • Diamkan selama 10–30 menit. Waktu ini cukup untuk enzim papain bekerja memecah protein daging.
  • Setelah itu, bilas daging dengan air bersih. Langkah ini penting untuk menghilangkan rasa pahit dari getah pepaya sebelum daging dimasak.

Metode lain yang juga efektif adalah menggunakan nanas. Buah nanas mengandung enzim bromelin, yang juga memiliki sifat proteolitik. Cara menggunakan nanas cukup sederhana:

  • Ambil nanas matang, cuci bersih, dan potong-potong tanpa mengupas kulitnya.
  • Parut atau blender potongan nanas hingga teksturnya halus.
  • Balurkan nanas yang sudah dihaluskan ke potongan daging. Diamkan selama 30 menit, jangan lebih dari itu agar daging tidak menjadi terlalu lunak.
  • Bilas daging bersih, lalu siap diolah sesuai selera.

Selain teknik pengempukan, penting juga mengetahui aturan penyimpanan daging kurban menurut ajaran Islam. Menurut NU Online, Nabi Muhammad SAW pernah menegaskan larangan menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari. Hadis tersebut bersumber dari riwayat Imam Bukhari:

مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِى بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ” Artinya: “Siapa di antara kalian berkurban, maka janganlah ada daging kurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga (HR Bukhari).”

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bersifat sementara. Pada masa ketika Rasulullah SAW hidup, umat Islam mengalami kesulitan ekonomi, sehingga beliau menganjurkan agar daging kurban segera dibagikan kepada yang membutuhkan. Pada tahun berikutnya, beliau memperbolehkan umat Islam menyimpan daging kurban, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari:

فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِى قَالَ « كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا »” Artinya: “Ketika datang tahun berikutnya, para sahabat mengatakan, 'Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?'. Maka beliau menjawab: (Adapun sekarang), makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik, sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.” (HR Bukhari).

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi juga menegaskan perubahan pandangan tersebut:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِى فَوْقَ ثَلاَثٍ لِيَتَّسِعَ ذُو الطَّوْلِ عَلَى مَنْ لاَ طَوْلَ لَهُ فَكُلُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا” Artinya: “Dulu aku melarang kalian dari menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari agar orang yang memiliki kecukupan memberi keluasan kepada orang yang tidak memiliki kecukupan. Namun sekarang, makanlah semau kalian, berilah makan, dan simpanlah.” (HR Tirmizi).

Dengan demikian, menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari diperbolehkan dalam Islam. Meskipun begitu, umat Islam tetap dianjurkan untuk berbagi dengan sesama, terutama jika di lingkungan sekitar terdapat orang-orang yang membutuhkan.

Metode pengempukan daging dengan daun pepaya atau nanas memang mudah dan praktis. Keduanya dapat dilakukan di rumah tanpa memerlukan alat khusus. Selain itu, pemahaman tentang aturan penyimpanan daging kurban membantu memastikan bahwa daging tersebut tetap aman dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Dengan kombinasi teknik sederhana dan pengetahuan agama, proses pengolahan daging kurban menjadi lebih mudah dan bermakna bagi semua orang yang terlibat.

daging kurbandaun pepayananasenzim papainenzim bromelinpengempukan dagingpembatasan penyimpanan

Komentar

Memuat komentar...