Menteri Energi Sarankan Hemat LPG: 6 Cara Praktis Memasak

Rizki W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Menteri Energi Sarankan Hemat LPG: 6 Cara Praktis Memasak

Gambar atau konten salah?

Di tengah kekhawatiran krisis energi global, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih bijak memakai LPG di rumah. Ia menegaskan, “Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros,” dalam sebuah video wawancara. Saran ini muncul setelah konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan minyak dunia, membuat banyak negara Asia merasakan tekanan energi.

Berbagai cara sederhana dapat membantu menghemat gas saat memasak. Berikut enam strategi yang disarankan oleh Bahlil, dikutip dari Food NDTV pada 06 Januari 2026.

  1. Masak dengan panci tertutup

    Menutup panci menjaga panas dan uap tetap berada di dalam wadah. Dengan panas yang terjaga, makanan matang lebih cepat dan merata. Akibatnya, penggunaan gas menjadi lebih efisien tanpa harus menyalakan api besar terus-menerus. Cara ini juga menjaga kelembapan dan cita rasa masakan. Pastikan tutup panci terpasang rapat agar hasilnya maksimal.

  2. Gunakan ukuran tungku yang tepat

    Memilih ukuran tungku sesuai diameter panci atau wajan dapat mengurangi pemborosan gas. Panci kecil di atas api besar membuat panas terbuang ke samping, sementara panci besar di api kecil memerlukan waktu lebih lama dan boros gas. Dengan ukuran yang pas, panas tersalurkan optimal ke masakan, sehingga proses memasak menjadi lebih cepat dan hemat.

  3. Rendam bahan masakan sebelum dimasak

    Merendam bahan seperti kacang, umbi, dan beras membuatnya menjadi lebih lunak. Waktu memasak berkurang, sehingga gas yang digunakan lebih sedikit. Selain efisiensi, tekstur makanan menjadi lebih empuk dan rasa masakan lebih maksimal. Cara sederhana ini dapat diterapkan sebelum memasak setiap kali.

  4. Masak dalam jumlah banyak

    Menyiapkan porsi banyak sekaligus dapat menghemat gas. Sekali menyalakan kompor, Anda bisa membuat beberapa porsi yang kemudian disimpan di kulkas dan dipanaskan kembali saat dibutuhkan. Teknik ini cocok untuk menu seperti sup, semur, atau kari, yang bahkan sering menjadi lebih enak setelah didiamkan semalaman.

  5. Pastikan kompor selalu bersih

    Kompor yang kotor menghambat aliran gas, sehingga api tidak keluar maksimal dan panas menjadi tidak merata. Akibatnya, kompor bekerja lebih keras dan gas habis lebih cepat. Membersihkan bagian tungku secara rutin membantu proses pembakaran lebih sempurna. Selain hemat gas, memasak juga menjadi lebih aman dan efisien.

  6. Gunakan panci presto

    Panci presto memanfaatkan tekanan uap tinggi agar makanan cepat matang. Dengan tekanan yang meningkat, waktu memasak menjadi jauh lebih singkat, dan gas yang digunakan lebih sedikit dibandingkan cara biasa. Panci presto cocok untuk bahan yang memerlukan waktu lama, seperti kacang-kacangan dan daging, tetap menghasilkan daging empuk dengan rasa yang meresap maksimal.

Selain tips di atas, Bahlil juga menekankan pentingnya memperhatikan penggunaan energi di dapur rumah tangga. Penggunaan gas yang bijak tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga membantu menekan permintaan energi nasional. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah sederhana ini dalam rutinitas memasak sehari-hari.

Video “Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan” juga disarankan sebagai referensi tambahan. Meskipun tidak disertakan tautan, video tersebut dapat diakses melalui platform resmi pemerintah atau lembaga terkait.

Dengan menerapkan enam cara sederhana ini, konsumen dapat mengurangi konsumsi gas secara signifikan. Langkah-langkah tersebut tidak memerlukan peralatan khusus atau biaya tambahan, sehingga dapat diadopsi oleh semua kalangan. Praktik ini juga sejalan dengan upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus menanggapi tekanan pasokan energi global yang terus berfluktuasi.

Krisis energi globalLPGPenghematan gasPanci tertutupUkuran tungkuRendam bahanPanci presto

Komentar

Memuat komentar...