Menteri Haji Tegur Saudi karena Penundaan Pesawat Haji

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Menteri Haji Tegur Saudi karena Penundaan Pesawat Haji

Gambar atau konten salah?

Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah, mengirim surat teguran keras kepada Arab Saudi setelah dua pesawat Saudi Airlines terpaksa menunda keberangkatan calon jemaah haji (CJH) karena gangguan sistem.

Gangguan pertama terjadi pada 26 April 2026 ketika pesawat rute SurabayaMadinah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Penyebabnya adalah masalah pada sistem hidrolik pesawat. Sekitar 380 jemaah yang terlibat diistirahatkan di tiga hotel berbeda di sekitar bandara sambil menunggu kepastian keberangkatan berikutnya.

Insiden kedua muncul pada 27 April 2026. Pesawat Embarkasi Batam Kloter 5 mengalami kendala teknis pada sistem flight control sesaat setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Sementara menunggu suku cadang pengganti, pemerintah menempatkan para jemaah di lima hotel berbeda untuk menjaga kondisi fisik mereka tetap prima sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Irfan mengatakan, “Alhamdulillah tiap pagi kita juga koordinasi semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai rencana. Hanya ada kendala tadi dua kendala, dua pesawat Saudi satu harus service di Medan, kemudian satu yang di Batam itu tidak bisa berangkat harus mencari pengganti,”.

Ia menambahkan, “Soal cadangan sudah kita minta. Dan sepertinya ternyata tidak terlalu siap ini Saudi-nya. Kita sudah menyampaikan surat peringatan teguran keras kepada mereka,”.

Menanggapi situasi, Irfan menyatakan jadwal keberangkatan kembali direncanakan pada 27 April 2026 pukul 17.00 WIB untuk pesawat Medan. Ia juga menginformasikan, “Jadwal yang Medan jadwalnya jam 5 tadi (Senin 27 April), mudah-mudahan sudah berangkat. Saya belum tahu perkembangan malam ini (Senin 27 April). Yang Batam saya belum dicek lagi,”.

Untuk jemaah yang terdampak penundaan, Irfan memastikan pemerintah tetap menyiapkan fasilitas mulai akomodasi hotel hingga konsumsi selama menunggu penerbangan pengganti. Ia menegaskan, “Kita pantau terus, tim kita yang di Medan selalu mantau ikut mendampingi jamaah kita yang di hotel-hotel itu. Untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan hak mereka untuk semua kebutuhan mereka,”.

Gagasan di balik surat teguran adalah agar pihak penerbangan Saudi lebih siap menghadapi potensi gangguan teknis. Sementara itu, tim pengawasan di Medan terus memantau kondisi jemaah di hotel, memastikan semua kebutuhan terpenuhi.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapan teknis dan koordinasi antara kementerian dan maskapai penerbangan. Pemerintah terus menyiapkan dukungan bagi jemaah yang terdampak, sementara pihak maskapai diharapkan menanggapi permintaan cadangan dan perbaikan sistem guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Menteri Haji dan Umrahsurat teguran keraspesawat Saudi Airlinesgangguan sistemjemaah hajihotel akomodasi

Komentar

Memuat komentar...