Menteri Keuangan Aktifkan Dana Stabilisasi Obligasi

Lina F. · 1 min baca · 28 hari lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Menteri Keuangan Aktifkan Dana Stabilisasi Obligasi

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana mengaktifkan dana stabilisasi obligasi, atau bond stabilization fund, untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Rencana ini akan dimulai dalam waktu dekat, menurut pernyataan yang disampaikan di Jakarta pada hari Rabu, 06 Mei 2026.

"Di pemerintah saya punya bond stabilization fund sendiri yang ada beberapa pihak, tetapi kita juga bisa mencukupi dengan saya sendiri untuk sementara. Jadi cukup," kata Purbaya.

Dana ini disiapkan khusus untuk menstabilkan pasar obligasi saat pelarian modal asing masif atau volatilitas tinggi. Biasanya, mekanisme yang digunakan adalah pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Bond stabilization fund berfungsi melindungi nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas sektor keuangan.

"Bukan hal yang baru, tetapi nggak pernah dijalani. Artinya ada, tetapi mati. Sebetulnya sudah ada, tetapi mati, saya mau hidupin saja," tutur Purbaya.

"Ini punya saya sendiri, bukan framework. Bond Stabilization Fund punya Kementerian Keuangan, ada katanya. Ya saya hidupkan saja," imbuhnya.

Purbaya menegaskan bahwa peluncuran dana ini bukan tanda krisis. Bond stabilization fund akan dipakai untuk membantu stabilisasi nilai tukar rupiah. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membeli SBN yang dilepas di pasar asing.

"Belum diketahui berapa jumlah yang mau di-buyback pemerintah. 'Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri,' tambahnya.

Dengan langkah ini, pemerintah menyiapkan mekanisme tambahan untuk menahan tekanan pada rupiah tanpa menandai kondisi krisis. Bond stabilization fund tetap menjadi alat yang siap dipakai ketika pasar obligasi mengalami volatilitas tinggi.

Dana Stabilisasi ObligasiRupiahSBNBuybackPasar ObligasiKementerian KeuanganVolatilitas Tinggi

Komentar

Memuat komentar...