Menteri Keuangan Bantah Kritik Program MBG Fiskal Tetap 3% PDB
Gambar atau konten salah?
Berbagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, mendapat kritik tajam dari media asing. Mereka menilai kedua program tersebut hanya menambah beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menanggapi tudingan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak langsung menjawab apakah program-program itu memang membebani APBN. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih mampu menjaga tata kelola fiskal dengan baik. Menurutnya, defisit APBN masih dapat dijaga di bawah ambang batas 3% dari PDB.
“Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3% dari PDB, tahun lalu bukan 2,9% lho malah 2,8% dari PDB defisitnya. Jadi, nggak ada masalah,” ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18 May 2026).
Purbaya menyatakan bahwa media asing menuding kebijakan fiskal Indonesia berantakan karena adanya dua program prioritas Prabowo. Ia menegaskan bahwa, sejauh ini, tata kelola fiskal masih terjaga dengan baik.
Ia juga menyerang balik, menyoroti banyak negara yang tata kelola fiskalnya buruk karena defisitnya berada di atas 3% dari PDB. Ia mempertanyakan banyak negara Eropa yang defisitnya besar tapi tidak dipermasalahkan.
“Jadi, kalau The Economist memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh negara-negara di Eropa berapa defisitnya,” tegas Purbaya.
Selain defisit, Purbaya menyinggung pengelolaan utang. Ia menegaskan bahwa pengelolaan utang di Indonesia terjaga baik dengan rasio utang terhadap PDB di bawah standar global 40%, sementara banyak negara maju di Eropa rasio utangnya mendekati 100%.
“Utangnya juga berapa? Itu mendekati 100% semua utangnya, kita masih mendekati 40%,” sebut Purbaya.
Menurutnya, dengan pengelolaan keuangan negara yang baik, media asing seharusnya tidak memberitakan hal negatif tentang Indonesia. Ia menambahkan bahwa Indonesia layak mendapat pujian.
“Seharusnya The Economist memuji kita,” pungkasnya.
Dengan menekankan disiplin fiskal, rasio utang yang lebih rendah, dan menolak tuduhan negatif, Purbaya memohon pengakuan atas kebijakan fiskal Indonesia yang masih terjaga. Ia berharap media asing dapat melihat fakta di balik kritik yang beredar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
