Menteri Keuangan Catat Masukan Ekonomi Saat Krisis
Gambar atau konten salah?
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menemani Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengaku menerima banyak masukan tentang pengendalian ekonomi di masa krisis.
Para ekonom senior yang hadir berasal dari berbagai lembaga, mulai dari mantan Gubernur Bank Indonesia hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Purbaya menyatakan bahwa ia telah mencatat semua masukan tersebut dan akan mempelajarinya lebih lanjut. Ia berkata, “Dia sharing pengetahuan bagaimana waktu mengalami pada krisis-krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya itu saja tadi. Kita pelajarin masukan dari mereka apa,” kepada wartawan.
Menjelaskan situasi ekonomi saat ini, Purbaya menegaskan tidak ada kekhawatiran bahwa Indonesia akan masuk fase krisis akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Ia menyoroti bahwa fundamental ekonomi masih sangat baik. Ia mengutip, “Sebetulnya fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan dengan 1998 kan, dia waktu itu dari Rp 2.000 melemah ke Rp 17.000. Kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan 4-5%, tentunya jauh,”.
Menurut Purbaya, penurunan nilai tukar rupiah saat ini dipengaruhi oleh persepsi publik. Ia menambahkan, “Tokoh ekonomi senior tersebut menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini terjadi karena persepsi publik. Di sisi lain, pasar keuangan juga mengalami tekanan menyusul peringatan transparansi dari MSCI terhadap pasar modal domestik beberapa bulan lalu.”
Ia menutup dengan rencana perbaikan komunikasi: “Kalau kita lihat serangan kan bertubi-tubi ke kita, MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih tidak ada masalah. Jadi kita akan memperbaiki cara, mungkin kita akan sosialisasikan keberhasilan kita ke publik,” pungkasnya.
Peristiwa ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau dan memperkuat ekonomi, sekaligus meningkatkan transparansi kepada publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
