Menteri Keuangan: Tanyakan Bank Indonesia soal Melemahnya Rupiah
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan mengenai penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai Rp 17.000. Purbaya mengungkapkan ketidakpahaman mengenai penyebab penurunan ini, meskipun kondisi ekonomi domestik dianggap baik.
Purbaya menyarankan agar pertanyaan terkait pelemahan rupiah diajukan kepada Bank Indonesia (BI). Ia menekankan bahwa BI memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Saya tidak tahu kenapa melemah. Anda harus bertanya kepada bank sentral tentang apa yang terjadi," ujar Purbaya setelah menghadiri rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2026.
Ia menambahkan, "Kenapa Anda tanya ke saya? Karena tanggung jawab bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar. Jika saya berbicara, itu bisa berisiko mengganggu kebijakan bank sentral." Purbaya menegaskan bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia dalam kondisi baik, sehingga nilai tukar rupiah seharusnya menguat.
Menurut Purbaya, "Jika ekonomi tumbuh dengan baik, seharusnya nilai tukar rupiah juga menguat. Jadi, Anda harus bertanya kepada bank sentral mengapa rupiah melemah."
Saat ini, nilai tukar dolar AS masih terus menguat terhadap rupiah, dan pada siang hari ini, rupiah tercatat melemah ke posisi Rp 17.005 per dolar AS, yang merupakan penurunan sebesar 47,50 poin atau 0,28% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Dalam kondisi ini, pernyataan Purbaya mencerminkan kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi dan perlunya penjelasan lebih lanjut dari pihak yang berwenang dalam pengelolaan nilai tukar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
