Menteri Koordinator Tinjau Pupuk Sumsel, Diskon 20% Menurun

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Menteri Koordinator Tinjau Pupuk Sumsel, Diskon 20% Menurun

Gambar atau konten salah?

Pada Jumat, 01 Mei 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kegiatan di Grand Ballroom PT Pusri Palembang, Sumatera Selatan. Acara yang dihadiri adalah Rembuk Tani, sebuah forum bagi petani dan pelaku agribisnis.

Selama kunjungan, Zulhas menyempatkan diri bertanya langsung kepada para petani mengenai ketersediaan pupuk bersubsidi dan harga gabah padi. Ia menegaskan bahwa distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Sumsel tetap aman dan lancar. Saat ini, harga pupuk bersubsidi telah dipangkas 20 persen atau diskon 20 persen.

Untuk pupuk alhamdulillah stok lebih dari cukup, bahkan Pusri ekspor ke Australia,” ujarnya di tengah acara. Pernyataan ini menguatkan keyakinan bahwa pasokan pupuk tidak menjadi kendala bagi petani di Sumsel.

Data yang dikumpulkan menunjukkan alokasi pupuk bersubsidi di Sumsel pada tahun 2026 mencapai 315 ribu ton. Hingga 30 April 2026, realisasinya sudah 129 ribu ton. Sedangkan alokasi nasional untuk tahun 2026 mencapai 9,84 juta ton. Stok pupuk nasional berada di angka 1,1 juta ton, sementara di Sumsel pada 30 April 2026 tercatat 8.100 ton.

Karena pupuk aturannya kita potong banyak yang mau kita pangkas, masa pupuk menjadi lancar. Dulu pupuk 6 juta satu tahun sekarang bisa terserap 9 juta. Dulu pupuk datang setelah panen, sekarang pupuk datang sebelum tanam, dampaknya produksi petani kita naik 8 persen dari peningkatan pupuk saja,” jelas Zulhas. Perubahan kebijakan ini menandai pergeseran dari sistem cost‑plus ke market‑to‑market.

Menjawab pertanyaan tentang impor beras, Menteri mengungkapkan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari Vietnam maupun Thailand. Pada 2024, Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras dari kedua negara tersebut. Namun pada 2025, negara ini tidak lagi mengimpor beras dan mencatat surplus 4,2 juta ton, sebagian besar berasal dari Sumsel.

2024 kita impor beras 4,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand, tahun 2025 kita tidak impor beras lagi kita surplus 4,2 juta, sebagai banyak dari Sumsel. Dulu harga gabah 3.500 sekarang sudah 6.500,” tambahnya. Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasar beras di Indonesia.

Interaksi Zulhas dengan petani berlangsung hangat. Ia mengapresiasi perubahan sistem Pupuk Indonesia yang kini mengadopsi pendekatan market‑to‑market. Menurutnya, perubahan sistem tersebut membawa penghematan signifikan.

Bisa menghemat 20 persen atau diskon 20 persen, dalam 5 tahun bisa membangun 7 pabrik baru, salah satunya di Sumsel,” kata Zulhas. Ia menekankan potensi pengembangan industri pupuk di masa depan.

Jadi luar biasa terobosan‑terobosan yang dilakukan pupuk Indonesia.” Ucapan tersebut menegaskan keyakinan Menteri bahwa inovasi dalam produksi pupuk akan mendukung produktivitas petani dan kesejahteraan masyarakat.

Acara ini menyoroti komitmen pemerintah untuk memastikan pasokan pupuk yang stabil, menurunkan biaya bagi petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan produksi padi di Sumsel dan Indonesia secara keseluruhan dapat meningkat secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang PanganPupuk BersubsidiSumselRembuk TaniHarga GabahSurplus BerasMarket-to-Market

Komentar

Memuat komentar...