Menteri Maruarar Kunjungi Pabrik Genteng Plered Purwakarta
Gambar atau konten salah?
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengunjungi pabrik genteng di Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Kunjungan ini bagian dari upaya mendukung program gentengnisasi yang diprakarsai Presiden untuk memperkuat pemanfaatan material lokal dalam proyek perumahan nasional.
Di sana, Menteri meninjau pabrik bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, dan pengusaha nasional James Riady. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam menyukseskan program perumahan rakyat.
“Pelaksanaan program gentengnisasi ini harus sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Kita ingin program ini tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Menteri setelah meninjau lokasi produksi genteng, Selasa (14 April 2026).
Menteri menjelaskan tujuan kunjungan ke Plered adalah memastikan kesiapan pelaku UMKM genteng lokal memenuhi kebutuhan material perumahan, khususnya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat, agar sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri.
Selain BSPS, potensi penggunaan genteng lokal juga terbuka lebar di sektor rumah subsidi. Pada 2025, tercatat sebanyak 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat dengan kebutuhan sekitar 730 keping genteng per unit. Pemerintah mendorong agar seluruh proyek tersebut memprioritaskan produk lokal.
“Tahun ini pelaksanaan BSPS di Jawa Barat sebanyak 40.000 unit. Satu unit rumah membutuhkan kurang lebih 300 pcs genteng. Jika kita dorong menggunakan genteng lokal dengan harga sekitar Rp2.300 per pcs, maka potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp27,6 miliar untuk UMKM genteng lokal,” paparnya.
Menurut Maruarar, langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas melalui intervensi program yang nyata. “Kita doakan UMKM genteng lokal bisa naik kelas melalui program gentengnisasi ini, karena skalanya besar dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan perlindungan asuransi bagi para pekerja industri genteng. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di sektor informal.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Pemprov Jabar akan menanggung asuransi ketenagakerjaan bagi karyawan pabrik genteng. Ia berharap langkah ini mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas hidup para pekerja.
“Pemprov akan masuk memberikan asuransi ketenagakerjaan bagi para pekerja genteng. Ini bentuk perlindungan agar mereka bekerja dengan tenang dan lebih produktif,” ujar Dedi kepada para pekerja pembuat genteng.
Namun, Dedi menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Ia mendorong pengusaha genteng untuk turut berkontribusi dengan menaikkan upah pekerja secara layak.
Ia menyoroti kondisi upah di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Cianjur, Garut, hingga Kuningan, yang menurut pantauannya masih berada di bawah Rp50.000 per hari.
“Kalau upahnya hanya Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, sulit bagi pekerja untuk keluar dari kemiskinan. Maka pengusaha juga harus menaikkan upah, minimal ada kenaikan yang berdampak,” katanya.
Farid Bambang, salah satu pengusaha genteng, menyatakan kesiapannya untuk menaikkan upah buruh perajin genteng. Namun, ia mensyaratkan agar program Gentengisasi berjalan lancar terlebih dahulu sehingga arus kas perusahaan stabil.
“Selama ini kita hanya bertahan hidup, karena pesanan lesu. Kami siap menyesuaikan upah para pekerja setelah berjalannya program sehingga ada uang masuk,” singkatnya.
Program gentengnisasi ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan pendapatan UMKM, dan menambah perlindungan bagi tenaga kerja di industri genteng. Dengan dukungan asuransi ketenagakerjaan dan potensi pasar yang besar, sektor genteng di Jawa Barat berpotensi tumbuh secara berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
5 Cara Praktis Hemat Listrik, Tagihan Lebih Ringan & Sedikit
Bandung Usahakan TPA Sendiri, Permohonan Kedaruratan Ditolak
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
