Menteri Pendidikan Kunjungi Batam, Tinjau Revitalisasi & MBG

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Menteri Pendidikan Kunjungi Batam, Tinjau Revitalisasi & MBG

Gambar atau konten salah?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengunjungi sejumlah sekolah di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 12 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan menilai pelaksanaan program revitalisasi, digitalisasi pendidikan, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Abdul Mu'ti, kunjungan tersebut dimulai dengan memeriksa sekolah yang menerima bantuan revitalisasi pada tahun 2025 dan 2026. Selanjutnya, ia meninjau penerima Interactive Flat Panel (IFP) serta pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.

“Pertama adalah untuk melihat sekolah‑sekolah yang telah menerima revitalisasi tahun 2025 dan revitalisasi tahun 2026. Kemudian juga meninjau sekolah‑sekolah yang telah menerima bantuan Interactive Flat Panel atau IFP dan juga pelaksanaan MBG di sekolah‑sekolah di Batam ini,” kata Abdul Mu'ti.

Di lapangan, ia melaporkan bahwa program MBG berjalan baik. Ia melihat antusiasme siswa saat mengikuti kegiatan belajar‑mengajar maupun saat menerima makanan bergizi.

“Alhamdulillah tadi dari sekolah‑sekolah yang saya kunjungi program MBG berjalan dengan sangat baik. Saya melihat anak‑anak mempunyai kebahagiaan dengan program MBG,” ujarnya.

Abdul Mu'ti juga menyoroti penggunaan perangkat digital. Ia menyebut siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran, termasuk saat pelajaran matematika.

“Tadi saya melihat di SD waktu pembelajaran matematika bagaimana anak‑anak sudah betul‑betul antusias. Dengan semangat belajar yang tinggi mudah‑mudahan mereka memiliki prestasi yang lebih baik,” katanya.

Ia mengungkapkan anggaran revitalisasi sekolah nasional pada 2026 yang telah dialokasikan mencapai Rp 14 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan di berbagai daerah.

“Anggaran untuk revitalisasi yang sudah fix di anggaran 2026 itu ada Rp 14 triliun,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa sebagian sekolah penerima bantuan revitalisasi sudah melalui proses verifikasi dan memasuki tahap pengerjaan. Untuk daerah terdampak bencana, pembangunan sekolah disebut sudah mulai berjalan.

“Sebagian bahkan sudah selesai 60 persen karena ditargetkan pada tahun ajaran baru 2026‑2027 sekolah sudah bisa ditempati,” ujarnya.

Selain itu, Kemendikdasmen sedang mengusulkan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Tambahan anggaran tersebut di antaranya untuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan penerima program, pengadaan IFP, dan pembangunan studio pembelajaran.

“Kami sedang mengusulkan anggaran biaya tambahan APBN sesuai arahan Bapak Presiden untuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan. Kemudian tambahan IFP untuk masing‑masing sekolah,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan program pembagian buku dan alat tulis bagi siswa kelas 1 dan 2 SD. Proses pengajuan masih berlangsung di Kementerian Keuangan, namun angkanya dinamis dan diharapkan lebih banyak dibanding tahun lalu.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap revitalisasi dan digitalisasi sekolah dapat memperbaiki kualitas pendidikan di Batam dan daerah lain, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan gizi dan sumber belajar yang memadai.

Revitalisasi SekolahDigitalisasi PendidikanMakan Bergizi GratisInteractive Flat PanelAnggaran 14 TriliunBatamKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Komentar

Memuat komentar...