Menteri Pertanian Terbang ke Alor Usai Dengar Keluhan Mahasiswa

Ani R. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Pertanian Terbang ke Alor Usai Dengar Keluhan Mahasiswa

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 08 Agustus 2026. Kunjungan ini bukan sekadar agenda biasa. Ini adalah respons cepat atas keluhan seorang mahasiswa asal Alor yang kuliah di Universitas Diponegoro (UNDIP), Adriano Padama. Ia bercerita bahwa harga beras di beberapa wilayah Alor bisa melonjak hingga Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.

Amran menegaskan bahwa kedatangannya ke Alor adalah bukti pemerintah tidak hanya mendengar keluhan, tapi langsung bertindak. "Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor," ujarnya. Ia memastikan stok beras di gudang-gudang Bulog di Kabupaten Alor aman. Harga beras di sana saat ini sudah sama dengan di Jakarta, yaitu Rp 13.000 per kilogram. "Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian. Beras sudah aman, ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras," kata Amran.

Menteri juga meminta Perum Bulog untuk menggelar operasi pasar jika masyarakat membutuhkan. Tidak ada batasan kuota. "Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah," imbuhnya. Kuota bantuan pangan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 1.200 ton.

Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor selama periode Maret hingga Juli 2026 sudah mencapai 764.070 kilogram. Rinciannya, penyaluran melalui Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 356.470 kg, pengecer di pasar rakyat sebanyak 352.150 kg, dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 55.450 kg.

Selain beras SPHP, pemerintah juga menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk bantuan pangan beras dan minyak goreng. Hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan secara nasional telah mencapai 662.867.840 kg beras dan 132.573.568 liter minyak goreng. Angka itu setara 99,70 persen dari target penyaluran kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Khusus di Provinsi NTT, penyaluran bantuan pangan tahap pertama sudah 100 persen terealisasi. Sebanyak 837.612 PBP menerima bantuan, setara dengan 16.752.240 kg beras. Untuk Kabupaten Alor sendiri, bantuan yang tersalurkan mencapai 746.000 kg. Jika ditotal, pemerintah telah menggelontorkan CBP untuk masyarakat Alor sebanyak 1,5 juta kg. Angka itu berasal dari realisasi SPHP beras sebesar 764 ribu kg ditambah bantuan pangan 746 ribu kg.

Untuk alokasi bantuan pangan periode Juli hingga September 2026, Kabupaten Alor mendapatkan jatah untuk 37.338 PBP. Alokasi ini memperkuat berbagai instrumen intervensi pemerintah agar akses masyarakat terhadap pangan pokok di wilayah kepulauan tetap terjaga.

Dengan penyaluran beras SPHP yang sudah mencapai 764.070 kg selama Maret-Juli 2026 dan dukungan program bantuan pangan untuk 37.338 PBP di Alor, Bapanas bersama Bulog terus memperkuat intervensi pemerintah. Tujuannya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat, termasuk di daerah kepulauan, tetap bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan pasokan yang memadai.

Kunjungan Menteri Pertanian ke Alor menunjukkan bahwa keluhan mahasiswa bisa memicu respons langsung dari pemerintah pusat. Langkah ini memastikan harga beras di daerah terpencil tidak berbeda jauh dengan harga di ibu kota, setidaknya untuk saat ini.

Menteri PertanianAlorharga berasstabilisasi pasokanbantuan panganoperasi pasarBulog

Komentar

Memuat komentar...