Menteri Purbaya Kunjungi China Promosikan Panda Bond

Cahyo S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Menteri Purbaya Kunjungi China Promosikan Panda Bond

Gambar atau konten salah?

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, berencana melakukan perjalanan ke China pada Selasa, 16 Juni 2026 untuk mempromosikan Panda Bond, surat utang baru yang diterbitkan pemerintah dalam mata uang yuan.

Panda Bond dirancang khusus untuk pasar keuangan China. Tujuannya adalah memperkuat rupiah sekaligus mengurangi ketergantungan negara pada dolar Amerika Serikat dalam pembiayaan.

“Minggu depan saya akan ke China, tanggal 16 ke China untuk promosi Panda Bond, jadi diversifikasi (sumber pendanaan) ya,” kata Purbaya dalam konferensi pers pada Jumat, 5 Juni 2026.

Setelah kunjungan ke China, Menteri Keuangan berencana melanjutkan perjalanan ke Inggris untuk bertemu investor Eropa. Tujuannya membahas perekonomian Indonesia dan arah kebijakan pemerintah.

“Terus juga akan ke Inggris habis itu, investor meeting dengan Eropa untuk meyakinkan investor sana bahwa memang kita menjalankan kebijakan yang baik dan ekonomi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Langkah ini dimaksudkan agar investor dari Benua Biru tetap berinvestasi di Indonesia. Menurut Purbaya, pendanaan dalam mata uang asing dapat mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

“Selama kita bisa meyakinkan bahwa emang ekonomi arahnya ke depan seperti apa, tentunya membaik ya, tak perlu strategi (mendorong penguatan rupiah) yang terlalu khusus. Tetapi yang jelas strateginya diversifikasi,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa diversifikasi sumber pembiayaan negara dan pengurangan ketergantungan pada dolar adalah jurus pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

“Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus,” tambah Purbaya.

Dengan menawarkan bunga lebih rendah di pasar China, Panda Bond dianggap lebih menguntungkan. Strategi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.

Panda BondPurbaya Yudhi SadewaChinarupiahdiversifikasiinvestor Eropaketergantungan dolar

Komentar

Memuat komentar...