Merdeka Gold Siap IPO di HKEX, Tambang Pani Produksi Besar
Gambar atau konten salah?
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sedang menyiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Perusahaan sudah mengajukan permohonan resmi ke otoritas bursa dan menunjuk UBS Securities Hong Kong Limited serta CITIC Securities sebagai penasihat utama.
Presiden Direktur Boyke Poerbaya Abidin menegaskan, “Penyampaian permohonan pencatatan kami di HKEX merupakan langkah penting setelah keberhasilan IPO kami di Bursa Efek Indonesia pada 01 September 2025 dan dimulainya produksi di Pani pada 01 Januari 2026.” Pernyataan ini dipublikasikan pada 25 Maret 2026.
Di saat ini, EMAS tengah mengembangkan dan mengoperasikan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Tambang ini diharapkan menjadi fasilitas emas primer dengan tingkat produksi tertinggi kedua di Asia. Proyek ini telah mencapai first gold pour pada 01 Februari 2026 dan berhasil menjual emas pertama pada 01 Maret 2026 kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) selama dua tahun.
Abidin menambahkan, “Kami tetap fokus untuk meningkatkan operasi secara aman dan memberikan nilai jangka panjang, sekaligus memperluas akses terhadap pasar modal internasional.”
EMAS juga sudah mempublikasikan draft application proof untuk IPO di HKEX di laman resmi Bursa Efek Hong Kong. Dokumen ini disamarkan dan berfungsi sebagai bagian dari proses permohonan, memberikan gambaran lengkap mengenai kegiatan usaha dan faktor risiko perusahaan.
Dengan langkah ini, EMAS berharap dapat memperluas akses investor global, meningkatkan likuiditas saham, dan memperoleh fleksibilitas pendanaan untuk mendukung pertumbuhan operasionalnya di tambang Pani. Perusahaan menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan operasi dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
