Mesin Mini Pirolisis Sampah Cegah Hantavirus di Banjarangkan
Gambar atau konten salah?
Di Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, pemerintah desa memperlihatkan mesin pengolah sampah organik mini. Mesin ini diklaim mampu mencegah penularan Hantavirus.
Menurut Dewan Pembina SAS Foundation I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, mesin pirolisis mini berfungsi sebagai alat desentralisasi. Ia menjelaskan: “Jadi gini korelasinya. Sampah yang berjibun dan tidak ditangani itu akan menjadi rumah tikus. Seperti kita ketahui, tikus sebagai pembawa virus Hanta. Upaya desentralisasi dan sentralisasi itu penting. Sehingga sampah tertangani, tikus tidak lagi bersarang, dan virus Hanta dapat dicegah,” tambah Eka, yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Unmas Denpasar.
Di sisi lain, Pemkab Klungkung berencana meluncurkan layanan sel punca (stem cell). Hal ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran Hantavirus di Klungkung, khususnya di Nusa Penida. “Jadi kita akan memiliki terapi berbasis peningkatan imun melalui Stem Cell. Jadi orang kan banyak menghindari vaksin. Dengan adanya ini, warga di Klungkung tidak perlu khawatir lagi,” ujar Eka.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) I Dewa Komang Aswin menyambut baik teknologi pengolahan sampah organik pirolisis mini. Ia menilai mesin yang dibawa oleh SAS Foundation sangat layak dipakai di tempat pengolahan sampah desa.
Selain mengatasi tumpukan sampah organik dan potensi munculnya Hantavirus, pirolisis mini juga menawarkan peluang ekonomi. Sampah organik dari canang, banten, dan daun kelapa dapat dikeringkan menjadi briket atau arang. “Kami sendiri menyarankan desa-desa untuk melihat peluang penggunaan alat ini menjadi ladang bisnis. Jadi hasil pengeringannya menjadi arang untuk diekspor ke Eropa,” kata Aswin.
Demonstrasi ini berlangsung pada 14 Mei 2026. Mesin pirolisis mini menunjukkan potensi sederhana namun signifikan bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan mengurangi sampah organik, risiko infeksi Hantavirus berkurang, sementara arang hasil pirolisis membuka peluang usaha baru bagi penduduk desa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
