Mi Goreng Rp15k Tanpa Telur Viral di Terminal Purabaya
Gambar atau konten salah?
Di Terminal Purabaya, sebuah sepiring mi goreng yang hanya berharga Rp 15 ribu menjadi bahan perdebatan di media sosial. Tidak soal rasa, melainkan soal ekspektasi pelanggan terhadap apa yang seharusnya disajikan.
Seorang pelancong mengekspresikan kemarahannya ketika mi goreng yang ia pesan datang tanpa telur, sesuatu yang ia anggap standar. Ia langsung melontarkan protes keras, yang terekam dalam video dan segera menyebar luas di platform media sosial. Sabtu, 04 April 2026 menjadi tanggal ketika video tersebut menjadi viral.
Berikut fakta-fakta yang menelusuri kejadian tersebut:
1. Protes Dipicu Mi Goreng Tanpa Telur
Peristiwa bermula dari kekecewaan pelanggan yang merasa “terjebak” karena mi goreng yang dipesan tidak dilengkapi telur. Ia menilai hal itu sebagai pelanggaran standar. Dalam video, ia berteriak, “Sesuai harga mi kau yang mana, gak bisa baca. Itu namanya kau ngejebak orang, mi goreng itu rata-rata pakai telur.”
2. Harga Rp 15 Ribu Sudah Jelas di Menu
Pihak depot menegaskan bahwa harga dan jenis menu sudah tercantum dengan jelas di daftar menu. Tidak ada informasi tersembunyi. Seorang penjual, Masud, menegaskan, “Ini sampeyan (Anda) lihat dulu ya. Itu kan udah jelas harganya.”
3. Pelanggan Sudah Lihat Menu sebelum Memesan
Menurut Masud, pelanggan sudah melihat daftar harga sebelum memesan. Namun, ia memesan tanpa menanyakan detail tambahan seperti telur. Ketegangan muncul ketika pesanan disajikan dan tidak sesuai ekspektasi. Masud menirukan ucapan pelanggan: “Dia minta mi goreng, ya saya bikinin. Lalu pas datang dia protes 'ini nggak ada telurnya? Masa mi Rp 15 ribu nggak ada telurnya?'.”
4. Depot Memang Tidak Menyediakan Telur
Penjual menjelaskan bahwa di warungnya memang tidak ada opsi tambahan telur. Pelanggan yang biasanya menginginkan telur akan diberi tahu sejak awal. Masud berkata, “Kalau di sini orang pesan itu kalau saya jawab, 'Mas, kasih telur ya.' Maaf telurnya enggak ada. Enggak ada, enggak apa-apa. Kebanyakan begitu. Dia cuma bilang, 'Saya bikinin goreng yang pedas.' Ya udah saya bikinin.”
5. Sempat Ancam Viralkan tapi Tetap Bayar
Meski sempat mengancam akan memviralkan kejadian tersebut karena merasa dirugikan, pelanggan tetap menyelesaikan pembayaran atas semua pesanan. Ia juga memesan makanan lain sehingga transaksi tetap berlangsung hingga selesai. Masud menambahkan, “Dia marah-marah mau diviralin, ya silakan. Tapi akhirnya tetap bayar.”
6. Penjual Sebut Ini Kejadian Pertama
Baginya, insiden ini menjadi pengalaman pertama selama bertahun-tahun berjualan di Terminal Purabaya. Ia merasa tidak melakukan kesalahan karena sudah transparan dalam mencantumkan harga dan menu. “Pertama kali itu kejadian kayak begitu. Soalnya kan juga sudah tertulis, sudah jelas. Makanya saya berani suruh viralin, silakan. Kan posisi saya itu benar,” pungkasnya.
Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya komunikasi yang jelas antara penjual dan pelanggan. Ketika menu tidak mencantumkan opsi tambahan, pelanggan yang mengharapkan hal tersebut dapat merasa tertipu. Di sisi lain, penjual yang sudah menuliskan menu secara eksplisit tetap harus siap menghadapi ketidakpuasan pelanggan. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa meskipun media sosial dapat memicu reaksi cepat, masih ada ruang bagi pelanggan untuk menyelesaikan transaksi secara damai. Keterbukaan dan transparansi tetap menjadi kunci dalam hubungan antara pedagang dan konsumen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Berita Terbaru
Buket Brokoli Prewedding Viral, Hemat dan Ramah Lingkungan
Venus & Jupiter Dekat di Langit pada 08–09 Juni 2026
DKI Alokasikan Rp253,6 Miliar untuk 103 Sekolah Swasta
Latihan Pra Operasi Patuh Agung 2026 Fokus ETLE Lalu Lintas
Indonesia Mulai Transisi Ekspor SDA Satu Pintu lewat DSI Pemerintah
Trans7 Bimbing Santri & Mahasiswa Cipta Konten Digital
Job Fair Ciamis 2026: Ribuan Peserta Berharap Pekerjaan
