Milan Tangkap 4 Orang, Jaringan Prostitusi 70 Pesepakbola

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 117 dibaca
Bisik.id
Milan Tangkap 4 Orang, Jaringan Prostitusi 70 Pesepakbola

Gambar atau konten salah?

Skandal baru saja menjerat sejumlah pesepakbola Serie A. Investigasi Kejaksaan Milan mengungkap jaringan prostitusi kelas atas yang disembunyikan di balik agensi promosi acara. Perusahaan berbasis di Cinisello Balsamo menargetkan klien kaya.

Jaringan ini menawarkan paket hiburan malam di klub dan hotel mewah. Layanan seksual berbayar disediakan oleh para wanita, termasuk pekerja seks profesional. Biaya mencapai ribuan euro per malam.

Investigasi menemukan sistem terstruktur. Wanita direkrut lewat petugas humas, sementara logistik memastikan kerahasiaan. Beberapa malam, gas tertawa kabarnya juga dipakai dalam layanan tersebut.

4 orang ditangkap oleh Kejaksaan Milan atas kejahatan membantu dan mendukung prostitusi. Uang senilai 1,2 juta euro (Rp 24 miliar) disita.

Pelanggan tetap termasuk pengusaha dan sejumlah besar pesepakbola Serie A. Beberapa pemain menggunakan layanan seksual setelah pertandingan, memanfaatkan malam khusus yang diorganisir untuk mereka.

"A luxury prostitution network involving 50 Serie A footballers and an F1 driver has been uncovered, with 4 arrests made."

pic.twitter.com/3GBE0U6dAB

"About hundred girls were involved in the network, which the agency charged 50% per client."

Menurut Menukil Sassuolo News, setidaknya 70 pemain Serie A menggunakan jasa agensi tersebut. Di antaranya pemain Inter Milan, AC Milan, Juventus, Sassuolo, Verona, dan beberapa pemain tim tandang ke Milan.

Saat ini tidak ada pesepakbola yang sedang diselidiki. Nama mereka hanya muncul sebagai klien dalam dokumentasi yang diperoleh.

Jaringan ini juga memanfaatkan jaringan sosial dan media untuk mempromosikan layanan. Dokumen yang ditemukan menunjukkan adanya sistem pembayaran melalui rekening bank pribadi. Namun, detail lebih lanjut masih dalam penyelidikan. Sementara itu, pihak kepolisian mengklaim bahwa jaringan ini juga mengelola data pribadi klien untuk menjaga kerahasiaan.

Pada 21 April 2026, tweet tersebut dipublikasikan.

Skandal ini menyoroti praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di dunia sepak bola. Jaringan prostitusi kelas atas ini memanfaatkan status pemain untuk mendapatkan keuntungan finansial. Penegakan hukum masih berlangsung, dan publik menunggu proses selanjutnya.

Skandal prostitusi Serie AJaringan prostitusi kelas atasKejaksaan MilanPesepakbola Serie AAgen promosi acaraLayanan seksual berbayarPenegakan hukum

Komentar

Memuat komentar...