Minyak Goreng Naik, Budi Santoso Kaitkan Kenaikan Plastik
Gambar atau konten salah?
Pada Selasa, 21 April 2026, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui bahwa harga minyak goreng telah naik karena kenaikan harga plastik. Kenaikan plastik terjadi karena pasokan biji plastik terganggu, menimbulkan dampak pada harga kemasan minyak goreng.
“Nah, tadi kami sudah komunikasi dengan para produsen, yang pada prinsipnya stok barang ada, nggak ada masalah. Memang salah satu imbas kenaikan (minyak goreng) itu karena harga plastik,” ujar Budi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.
Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) mencatat harga minyak goreng sawit kemasan premium pada hari ini berada di Rp 21.796/liter.
Jika dilihat sebulan terakhir, harga minyak goreng telah mengalami kenaikan. Pada 25 March, minyak goreng sawit kemasan premium dijual Rp 21.287/liter. Kenaikan sebesar 2,39% selama sebulan.
Sementara itu, harga minyak goreng curah naik 2,62% dalam sebulan. Pada 25 March, harga curah Rp 18.897/liter, sedangkan hari ini Rp 19.473/liter.
Minyak goreng rakyat atau Minyakita juga naik 0,34% dalam sebulan. Pada 25 March, harga Minyakita Rp 15.888/liter, dan pada 21 April 2026 Rp 15.942/liter.
Budi menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan industri plastik. Ia memastikan produksi plastik dalam negeri tetap berjalan dengan bahan impor baku yang terus diupayakan pemerintah.
“Ya itu tadi kan salah satu faktornya karena kemasan, kan rata-rata kemasan dari plastik semua. Nah sekarang ya dari hulunya. Kalau kesediaan minyaknya, nggak ada masalah, tetapi kan tadi faktor dari plastiknya. Makanya plastik yang harus kita selesaikan,” jelasnya.
Di tengah lonjakan harga ini, Budi memastikan pemerintah tidak menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. Harga MinyaKita diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024. Dalam regulasi ini ditetapkan harga penjualan Minyakita di tingkat D1 paling tinggi Rp 13.500 per liter, tingkat D2 paling tinggi Rp 14.000 per liter, dan tingkat pengecer paling tinggi Rp 14.500 per liter. Terakhir, HET MinyaKita di tingkat konsumen di Rp 15.700 per liter.
“Enggak-enggak, belum (menaikkan HET),” jelas Busan.
Pemerintah telah membidik negara-negara lain, seperti Afrika, India, dan Amerika Serikat (AS) sebagai pemasok alternatif nafta, bahan baku biji plastik, untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga akibat konflik di Timur Tengah. Budi menekankan pasokan nafta dari ketiga negara tersebut masih dalam perjalanan.
“Ya ya secepatnya ya kan kemarin proses masuk rutenya, tapi nggak ada masalah, sebentar lagi juga sampai,” tambah Budi.
Harga minyak goreng yang melonjak disebabkan oleh kenaikan harga plastik, namun pemerintah berupaya menjaga ketersediaan dan tetap mengontrol harga melalui koordinasi industri dan regulasi HET.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Perpanjang ke Bekasi, Tangerang: 48 Stasiun, 600k Penumpang
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
