Minyakita: HET Akan Ditingkatkan, Harga Rp 15.700/Liter
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat, yang dikenal dengan sebutan Minyakita. Saat ini, HET Minyakita ditetapkan pada Rp 15.700 per liter.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, mengungkapkan bahwa penyesuaian harga ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
“(Di rakortas) Kemenko Pangan itu sudah disepakati. Kita di Kementerian Perdagangan diminta untuk melakukan kajian keekonomian HET. Jadi seharusnya akan ada penyesuaian gitu. Nah target kita tuh dalam waktu dekat kita akan menyesuaikan HET,” ujar Iqbal saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada 30 April 2026.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian HET mempertimbangkan kondisi global, termasuk dampak perang di Timur Tengah. Menurutnya, langkah ini diambil agar pelaku usaha tidak terus merugi akibat gap harga yang semakin melebar.
“Pelaku usaha tentu saja menginginkan harganya disesuaikan, karena harga CPO juga sudah naik gitu ya kan. Kemudian banyak lagi harga‑harga penunjang lainnya yang memang harus disesuaikan dengan harga saat ini. Ya kalau melihat dengan kondisi global seharusnya sih kita sesuaikan dengan harga yang saat ini,” terang Iqbal.
Meskipun belum mengumumkan angka pasti kenaikan, Iqbal menyebut pihaknya sudah mengumpulkan referensi harga dari berbagai stakeholder. Penyesuaian harga akan ditentukan dalam rapat di Kemenko Bidang Pangan.
“Kita sudah dapat beberapa masukan. Jadi nanti kita akan berbicara sudah menjadi satuan per liternya,” ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat tentang akses Minyakita, Kemendag menegaskan bahwa minyak goreng rakyat ini akan tetap diprioritaskan untuk pasar‑pasar tradisional. Distribusi Minyakita akan diperketat agar tidak melenceng ke kanal lain yang tidak tepat sasaran.
Perubahan ini diharapkan dapat menyeimbangkan kebutuhan konsumen dengan kondisi pasar global, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pelaku industri minyak goreng di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Berita Terbaru
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
