Miso Pernah Dipercaya Lindungi dari Radiasi Nuklir

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Miso Pernah Dipercaya Lindungi dari Radiasi Nuklir

Gambar atau konten salah?

Miso, pasta kedelai hasil fermentasi yang biasa digunakan sebagai bumbu dasar masakan Jepang, terutama sup, pernah dikaitkan dengan perlindungan terhadap radiasi nuklir.

Bumbu yang dibuat dari kedelai yang difermentasi dengan garam ini sudah lama menjadi bagian penting dari makanan masyarakat Jepang. Namun, di balik rasanya, miso memiliki sejarah menarik terkait kesehatan, khususnya setelah peristiwa bom atom di Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Paparan radiasi dari ledakan bom atom diketahui membawa risiko kesehatan serius, mulai dari luka bakar, mual, hingga penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker.

Dalam situasi darurat saat itu, beberapa tenaga medis di Jepang mencari cara untuk merawat korban. Salah satu metode yang dicoba adalah memberikan makanan yang dipercaya bisa mendukung pemulihan tubuh.

Seorang dokter bernama Tatuichiro Akizuki mencatat pengamatan penting. Ia bertugas di rumah sakit yang berjarak sekitar 1 km dari pusat ledakan di Nagasaki. Ia dan staf medis di rumah sakit tersebut rutin mengonsumsi sup miso yang disajikan bersama rumput laut wakame setiap hari.

Menurut pengamatan dokter Akizuki, staf, pasien, dan dirinya tidak menunjukkan gejala akut penyakit akibat radiasi setelah kejadian tersebut. Pengalaman ini memunculkan dugaan bahwa miso mungkin memberikan efek perlindungan terhadap radiasi.

Beberapa penelitian berikutnya menguji dugaan ini melalui percobaan pada hewan. Hasilnya menunjukkan bahwa miso bisa memberikan efek perlindungan tertentu dari radiasi. Efek ini muncul jika zat tersebut sudah ada di dalam tubuh dalam jumlah tertentu sebelum paparan radiasi terjadi.

Selain itu, ditemukan pula bahwa miso yang proses fermentasinya lebih lama diduga berhubungan dengan peningkatan daya tahan tubuh setelah terpapar radiasi.

Di luar potensi kaitannya dengan perlindungan radiasi, miso juga menarik perhatian dalam penelitian kesehatan lainnya. Studi pada tikus menunjukkan konsumsi miso dapat membantu menekan pertumbuhan tumor pada paru-paru, payudara, dan hati.

Efek ini dikaitkan dengan senyawa bernama genistein. Genistein adalah senyawa fitokimia yang diketahui dapat menghambat aliran darah menuju jaringan tumor melalui proses yang disebut anti-angiogenesis.

Miso juga dikenal kaya protein dan mengandung bakteri baik yang mendukung sistem pencernaan. Dalam pola makan tradisional Jepang, miso sering dikonsumsi bersama makanan lain seperti rumput laut, teh hijau, acar, dan jamur, yang semuanya diketahui mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Secara umum, miso adalah makanan fermentasi yang mengandung protein dan bakteri baik untuk pencernaan. Selain itu, ada catatan historis dan penelitian awal yang mengaitkan konsumsi miso dengan potensi perlindungan terhadap dampak radiasi, serta kemampuannya menekan pertumbuhan tumor pada percobaan hewan.

MisoRadiasi NuklirNagasakiKedelai FermentasiKesehatanSup MisoPenelitian Kesehatan

Komentar

Memuat komentar...