Miso Pernah Dipercaya Lindungi dari Radiasi Nuklir
Gambar atau konten salah?
Miso, pasta kedelai hasil fermentasi yang biasa digunakan sebagai bumbu dasar masakan Jepang, terutama sup, pernah dikaitkan dengan perlindungan terhadap radiasi nuklir.
Bumbu yang dibuat dari kedelai yang difermentasi dengan garam ini sudah lama menjadi bagian penting dari makanan masyarakat Jepang. Namun, di balik rasanya, miso memiliki sejarah menarik terkait kesehatan, khususnya setelah peristiwa bom atom di Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Paparan radiasi dari ledakan bom atom diketahui membawa risiko kesehatan serius, mulai dari luka bakar, mual, hingga penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker.
Dalam situasi darurat saat itu, beberapa tenaga medis di Jepang mencari cara untuk merawat korban. Salah satu metode yang dicoba adalah memberikan makanan yang dipercaya bisa mendukung pemulihan tubuh.
Seorang dokter bernama Tatuichiro Akizuki mencatat pengamatan penting. Ia bertugas di rumah sakit yang berjarak sekitar 1 km dari pusat ledakan di Nagasaki. Ia dan staf medis di rumah sakit tersebut rutin mengonsumsi sup miso yang disajikan bersama rumput laut wakame setiap hari.
Menurut pengamatan dokter Akizuki, staf, pasien, dan dirinya tidak menunjukkan gejala akut penyakit akibat radiasi setelah kejadian tersebut. Pengalaman ini memunculkan dugaan bahwa miso mungkin memberikan efek perlindungan terhadap radiasi.
Beberapa penelitian berikutnya menguji dugaan ini melalui percobaan pada hewan. Hasilnya menunjukkan bahwa miso bisa memberikan efek perlindungan tertentu dari radiasi. Efek ini muncul jika zat tersebut sudah ada di dalam tubuh dalam jumlah tertentu sebelum paparan radiasi terjadi.
Selain itu, ditemukan pula bahwa miso yang proses fermentasinya lebih lama diduga berhubungan dengan peningkatan daya tahan tubuh setelah terpapar radiasi.
Di luar potensi kaitannya dengan perlindungan radiasi, miso juga menarik perhatian dalam penelitian kesehatan lainnya. Studi pada tikus menunjukkan konsumsi miso dapat membantu menekan pertumbuhan tumor pada paru-paru, payudara, dan hati.
Efek ini dikaitkan dengan senyawa bernama genistein. Genistein adalah senyawa fitokimia yang diketahui dapat menghambat aliran darah menuju jaringan tumor melalui proses yang disebut anti-angiogenesis.
Miso juga dikenal kaya protein dan mengandung bakteri baik yang mendukung sistem pencernaan. Dalam pola makan tradisional Jepang, miso sering dikonsumsi bersama makanan lain seperti rumput laut, teh hijau, acar, dan jamur, yang semuanya diketahui mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Secara umum, miso adalah makanan fermentasi yang mengandung protein dan bakteri baik untuk pencernaan. Selain itu, ada catatan historis dan penelitian awal yang mengaitkan konsumsi miso dengan potensi perlindungan terhadap dampak radiasi, serta kemampuannya menekan pertumbuhan tumor pada percobaan hewan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Berita Terbaru
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
