Mobilitas Wisnus Meningkat 13,14% di Q1 2026, PPN Naik 57,7%
Gambar atau konten salah?
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perjalanan wisatawan domestik, atau wisnus, mengalami kenaikan signifikan pada periode 01 Januari 2026–31 Maret 2026. Total perjalanan mencapai 319,51 juta, meningkat 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Di bulan 01 Maret 2026, BPS mencatat 126,34 juta perjalanan wisnus, naik 42,1% dibandingkan bulan yang sama tahun 2025. Kenaikan ini menandakan lonjakan mobilitas warga dalam perjalanan wisata di dalam negeri.
“Kita bisa melihat meningkatnya mobilitas warga tersebut dari angka perjalanan wisatawan nusantara, yang sepanjang kuartal pertama tumbuh 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam keterangan resminya, Selasa, 05 Mei 2026.
Untuk wisatawan mancanegara, BPS mencatat 1,09 juta kunjungan pada 01 Maret 2026, meningkat 10,5% yoy. Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang pergi ke luar negeri pada periode yang sama mencapai 793.160, naik 36,36% yoy.
Peningkatan mobilitas wisatawan berdampak pada pendapatan pajak. Penerimaan PPN dan PPnBM pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp 55 triliun, naik 57,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan perpajakan total, yang mencakup PPN dan PPnBM, mencapai Rp 394,8 triliun, naik 20,7% yoy.
“Peningkatan PPN dan PPnBM memberi kontribusi besar pada penerimaan perpajakan, yang pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 394,8 triliun, atau naik 20,7% yoy,” jelasnya.
Amalia menambahkan bahwa peningkatan penerimaan perpajakan memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk mempercepat belanja negara sejak awal tahun. Hingga 01 Maret 2026, belanja negara tercatat Rp 815 triliun, meningkat 31% yoy dibandingkan kuartal pertama 2025.
“Akselerasi belanja negara sejak awal tahun, terutama ke program prioritas pemerintah, mampu menciptakan multiplier effect, sehingga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan geoekonomi global saat ini,” pungkasnya.
Data ini menunjukkan bahwa lonjakan wisata domestik tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga memperkuat penerimaan pajak dan memfasilitasi peningkatan belanja negara. Dampak positif ini dapat membantu menstabilkan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
IHSG Turun 1,46% di Pagi, Masuk Zona Merah, Menurunkan 86 Poin
Berita Terbaru
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
