Monumen Arek Lancor Jadi Pusat Halalbihalal Pamekasan Kota
Gambar atau konten salah?
17 April 2026 malam, Monumen Arek Lancor menjadi tempat pertemuan yang penuh khidmat. Kegiatan halalbihalal dan silaturahmi mengumpulkan ulama, pengusaha, kepala desa, dan lurah se‑Kabupaten Pamekasan. Suasana semarak dibumbui musik tradisional khas Madura.
Acara dibuka dengan zikir, pengajian, dan doa bersama. Semua peserta menyatakan rasa syukur sekaligus mempererat nilai spiritual kebersamaan. Di antara para tokoh muda yang hadir, terdapat Lora Abbas, Lora Muhlis, Lora Abdul Majid Mudassir, H. Soleh, dan H. Khairul Umam yang akrab disapa H. Her.
Ketua panitia, Farid Afandi, selaku Kepala Desa Tentenan Timur, menegaskan tujuan acara. Ia mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan lintas elemen masyarakat.”
“Harapannya, kegiatan ini bisa menyambung silaturahmi seluruh saudara di masing-masing kecamatan. Rencananya, acara seperti ini akan digelar rutin setiap dua bulan sekali,” ujarnya.
Perwakilan Kepala Desa, Pahrianto, Kades Ponjenan Timur, menyampaikan harapan agar masyarakat Madura semakin mandiri. Ia juga mendoakan para pengusaha agar senantiasa diberi kesehatan dalam membangun perekonomian daerah dengan dukungan para kepala desa.
“Semoga pertemuan ini menjadi bagian dari ibadah, bermanfaat bagi bangsa dan negara, serta menjadi contoh kekompakan dan kebersamaan,” ungkapnya.
H. Khairul Umam atau H. Her menegaskan komitmen para pengusaha untuk terus berkontribusi. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan para kepala desa.
“Apapun yang dilakukan pengusaha untuk membangun perekonomian tetap membutuhkan dukungan kepala desa. Kami berharap seluruh kades tetap kompak,” singkatnya.
Lora Abbas, salah satu tokoh muda, menegaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah murni kebersamaan tanpa sekat. Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah hal wajar, selama tujuan bersama tetap dijaga.
“Ini adalah wadah kebersamaan. Meski ada perbedaan, itu hal biasa, yang penting tujuan kita sama,” terangnya.
Selama acara, para undangan juga diajak mendoakan salah satu kepala desa dari Laden yang baru saja meninggal dunia. Perasaan duka dirasakan bersama, menambah kedalaman pertemuan.
Acara ditutup dengan penampilan tari tradisional saman yang menambah kekayaan nuansa budaya. Penampilan macapat dan tari saman turut memeriahkan suasana, menghidupkan kembali budaya lokal.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, kepala desa, dan masyarakat dalam memajukan daerah. Kegiatan semacam ini, jika dijalankan secara rutin, dapat memperkuat jaringan sosial dan ekonomi di Pamekasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
