Motor 8 Unit Hilang di Acara Sedekah Parkir Gratis Blora

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Motor 8 Unit Hilang di Acara Sedekah Parkir Gratis Blora

Gambar atau konten salah?

Acara sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, dimulai pukul 19.00 WIB pada Kamis, 30 April 2026. Di tengah pertunjukan orkes dangdut, beberapa motor yang diparkir di sekitar lokasi menghilang.

Seorang warga bernama Bambang mengaku melihat 8 motor hilang. “Infonya 8 motor. Itu motornya orang-orang yang pada nonton dangdut. Kejadian motor hilang 5 unit, sementara yang 3 unit tidak bisa dibobol,” kata Bambang saat dihubungi wartawan, Sabtu, 2 May 2026. Ia menambahkan, “Yang 3 itu sempat dibobol terus konangan (ketahuan) akhirnya tidak jadi dibawa. Pelaku langsung kabur.”

Bambang menjelaskan bahwa parkir kendaraan di acara tersebut gratis dan tidak dipatok. “Pelaku (pencurian) orang mana saya tidak tahu, karena kan banyak orang. Terus parkirnya gratis, enggak dipatok untuk bayar,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa para pelaku memanfaatkan kekacauan parkir yang berserakan.

Kapolsek Todanan, Iptu Suhari, menanggapi laporan. “Kalau jumlah 8 itu cuma kata‑kata‑nya saja. Jadi tidak ada dasarnya, Mas. Yang diketahui pihak kepolisian cuma 3. Tapi yang melapor secara resmi hanya 1, karena yang 2 tidak dilengkapi surat‑surat yang sah,” kata Suhari. Ia menegaskan bahwa acara berlangsung sampai pukul 22.00 WIB, dan petugas keamanan fokus di dekat panggung karena penonton ramai.

Suhari menekankan pentingnya kantong parkir berbayar. “Kemarin panitia sudah saya kasih arahan, harus ada kantong parkir. Kalau bisa bayar, enggak apa‑apa, tapi nyatanya panitia bandel juga,” ujarnya. Ia menilai bahwa tanpa sistem parkir teratur, pelaku dapat dengan mudah mencuri motor.

Menurut Suhari, tiga motor yang dilaporkan hilang adalah Honda Scoopy, Honda Beat, dan Honda CRF. “Honda CRF kayak trail itu mas. Yang Beat sama Scoopy itu enggak ada surat‑suratnya. Yang ada (surat) itu yang Honda CRF,” jelasnya. Ia menambahkan, “Yang tidak ada surat‑suratnya itu milik warga Pucakwangi Pati. Yang satu yang ada suratnya itu milik warga Desa Kembang, Todanan.”

Pengamanan acara melibatkan personel gabungan: 20 personel Polsek, 10 personel Koramil, dan Satpol PP. “Dari Polsek 20 personel. Dari Koramil 10 personel, terus ada Satpol PP juga karena banyaknya penonton. Tempatnya agak luas. Bukan di lapangan, tapi di tanah kosong agak luas gitu,” bebernya.

Setelah orkes selesai, kepolisian segera melakukan olah TKP dan menyisir CCTV di sekitar lokasi. “Terus kita menyisir CCTV yang ada di pinggir‑pinggir jalan, siapa tahu pelaku keluar atau pulang melalui jalur itu. (Pelaku) Dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti perlunya pengelolaan parkir yang teratur pada acara publik. Penegakan keamanan yang terkoordinasi antara kepolisian, koramil, dan Satpol PP dapat mencegah kejadian serupa di masa depan. Kejadian ini juga mengingatkan panitia acara untuk memastikan semua kendaraan terdaftar dan terpantau, serta mengimplementasikan sistem pembayaran parkir yang jelas. Dengan langkah-langkah tersebut, risiko pencurian motor dapat diminimalkan, dan acara dapat berlangsung lebih aman bagi semua peserta.

Acara sedekah bumimotor hilangparkir gratiskekacauan parkirkepolisianSatpol PPCCTV

Komentar

Memuat komentar...