MR.D.I.Y Luncurkan Waste Station di Halte MRT Blok M

Wahyu T. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
MR.D.I.Y Luncurkan Waste Station di Halte MRT Blok M

Gambar atau konten salah?

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) resmi meluncurkan Waste Station di halte MRT Blok M, Jakarta, sebagai bagian dari perayaan Hari Bumi 2026. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan penumpang dan pengunjung kawasan Blok M, yang mencapai lebih dari 120 ribu penumpang setiap hari, dalam memilah sampah anorganik.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, hingga akhir 2025, sampah yang belum terkelola di Indonesia masih mencapai 109.092 ton per hari. Jakarta sendiri menghasilkan antara 7.100 – 8.000 ton sampah setiap harinya. Angka‑angka ini menegaskan urgensi penyediaan tempat pemilahan sampah di ruang publik.

Waste Station yang dikembangkan bersama Rekosistem mampu menampung 120 – 150 kg sampah anorganik per hari. Setiap kali masyarakat menyetor sampah terpilah, mereka memperoleh poin reward melalui aplikasi Rekosistem. Poin tersebut dapat ditukarkan menjadi saldo di dompet digital, memberi insentif praktis bagi pengguna.

Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Ia mengatakan, “Keberlanjutan lingkungan adalah komitmen jangka panjang kami. Waste Station ini adalah langkah lanjutan setelah Recycle Dropbox yang kini hadir di 52 toko di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Kami ingin terus memudahkan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab, khususnya di titik publik dengan mobilitas tinggi seperti MRT Blok M,” ujar Rika dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

MR.D.I.Y. Indonesia telah mencatat beberapa capaian lingkungan di tahun 2025. Di antaranya, Recycle Dropbox mengumpulkan 2.445 kg sampah dari 52 toko, dengan 1.211 kg berasal dari toko-toko tersebut. Aksi bersih pantai di Bulukumba bersama World Clean Up Day menghasilkan 1.234 kg sampah bersih. Selain itu, 84 ton limbah karton dimanfaatkan kembali dalam operasional logistik, mengurangi kebutuhan material baru. Empat puluh bank sampah diperkuat di Jabodetabek, dilengkapi pelatihan bagi puluhan pengurusnya, bekerja sama dengan T.Care Foundation. Dan 300 bibit pohon ditanam di Taman Hutan Raya Banten bersama Jejakin, memperkuat fungsi hutan sebagai kawasan pelestarian alam.

Unit Waste Station dirancang oleh seniman visual asal Yogyakarta, Wulang Sunu. Motifnya merepresentasikan tiga pilar MR.D.I.Y. Untuk Indonesia: pemberdayaan perempuan dan anak, pemberdayaan usaha lokal, serta keberlanjutan lingkungan. Desain ini tidak hanya fungsional sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi simbol nilai perusahaan di ruang publik.

Chief Operating Officer dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino, menekankan bahwa kolaborasi ini menargetkan titik strategis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Ia berkata, “Melalui kolaborasi ini, kami bisa menjangkau masyarakat di titik yang paling strategis di Jakarta,” tuturnya. “Dengan sistem yang terintegrasi dan insentif yang relevan, kami ingin membuktikan bahwa pilah sampah dari rumah bisa menjadi kebiasaan sehari‑hari, bukan beban,” sambungnya.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengapresiasi inisiatif ini. Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data, dan Informasi, Rommel PP Pasaribu, menilai Waste Station sebagai contoh kolaborasi multipihak. Ia menyatakan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada MR.D.I.Y. Indonesia dan Rekosistem atas inisiatif pembangunan Waste Station ini sebagai contoh konkret kolaborasi multipihak dalam mendukung Gerakan Memilah Sampah dari sumber. Semoga inisiatif kolaboratif ini menjadi inspirasi dan pemantik bagi pihak‑pihak lain, baik sektor swasta, pelaku industri, maupun komunitas, untuk ikut bergerak bersama,” ungkapnya.

Co‑Founder Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian, menekankan pentingnya perubahan kebiasaan dalam mengatasi sampah. Ia berkata, “Sampah adalah cermin dari kebiasaan kita. Perubahannya harus dimulai dari situ, dari hal‑hal kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Ketika fasilitas yang tepat tersedia di tempat yang tepat, perubahan itu jadi jauh lebih mungkin terjadi,” tutupnya.

MR.D.I.Y. Indonesia berencana memperluas inisiatif serupa melalui kolaborasi lintas sektor. Rencana tersebut mencakup aksi bersih lingkungan, penguatan pengelolaan sampah, dan penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan jangka panjang. Inisiatif ini diharapkan dapat memicu partisipasi lebih luas dari berbagai pihak.

Dengan peluncuran Waste Station di MRT Blok M, MR.D.I.Y. Indonesia menegaskan peran aktifnya dalam mengurangi sampah di ruang publik. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan tempat pemilahan, tetapi juga memberi insentif melalui sistem reward. Kolaborasi dengan Rekosistem dan dukungan dari pemerintah menandai langkah konkret menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Waste StationMRT Blok MRekosistempoin rewardkeberlanjutansampah anorganikHari Bumi 2026

Komentar

Memuat komentar...