MSCI Methodology Sparks 8% Crash, BEI Publishes 1% Data

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
MSCI Methodology Sparks 8% Crash, BEI Publishes 1% Data

Gambar atau konten salah?

Pengumuman MSCI tentang metodologi perhitungan free float menimbulkan gejolak di pasar modal Indonesia. IHSG turun drastis, melemah hingga 7,35 % dan mencapai 8.320,55 pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.

Hari yang sama, sesi II dihentikan sementara karena indeks jatuh lebih dari 8 %. Trading halt juga diberlakukan pada hari berikutnya, 29 Januari 2026, saat IHSG anjlok 8 % lagi.

Menanggapi ketidakstabilan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengambil langkah konkret. Mereka memutuskan membuka data kepemilikan saham di atas 1 % kepada publik. Keputusan ini didasari oleh Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026, yang menugaskan BEI dan KSEI sebagai penyedia data tersebut.

“Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1 % itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX,” ungkap Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Maret 2026.

Masalah MSCI belum selesai, dan pasar modal Indonesia menghadapi tantangan baru. Konflik Timur Tengah yang memanas memicu gejolak pasar global, termasuk di Indonesia. Pada bursa domestik, IHSG turun lebih jauh hingga 6.945,50.

Untuk menanggapi situasi tersebut, acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional diadakan pada Selasa, 7 April 2026, di Menara Bank Mega. Forum ini bertujuan menyelaraskan langkah antara regulator, legislator, dan pelaku pasar mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, serta pengembangan sektor penggerak pertumbuhan nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber penting, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.

Peristiwa ini menegaskan bahwa meski menghadapi volatilitas global, Indonesia berusaha menegakkan transparansi dan kolaborasi lintas sektor untuk memulihkan kepercayaan investor dan menstabilkan pasar modal.

MSCIIHSGBursa Efek IndonesiaOJKKSEIfree floattransparansi

Komentar

Memuat komentar...