MSCI Tetap Jaga Status Emerging Market Indonesia 2026

Nita W. · 2 min baca · 22 hari lalu · 98 dibaca
Bisik.id
MSCI Tetap Jaga Status Emerging Market Indonesia 2026

Gambar atau konten salah?

MSCI belum mengubah status Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Market Index. Pada 13 Mei 2026, data yang diambil dari situs MSCI menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tetap berada di kelas emerging market, tidak turun menjadi frontier market. Dengan demikian, Indonesia masih sejajar dengan negara besar lain seperti China, India, Korea Selatan, dan Brasil.

Negara-negara yang masuk ke kategori frontier market menurut MSCI antara lain Bangladesh, Pakistan, dan Burkina Faso. Sebelum keputusan ini, pasar saham Indonesia sempat dikhawatirkan akan turun kelas akibat sorotan terhadap transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejarah perubahan klasifikasi MSCI menunjukkan bahwa negara terakhir yang dikeluarkan dari emerging market adalah Argentina dan Pakistan pada 2021. Sebelumnya, Venezuela turun kelas pada 2006, dan Argentina pada 2009. MSCI menilai klasifikasi pasar berdasarkan indikator seperti perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, serta aksesibilitas investor.

Meski klasifikasi tetap, beberapa emiten besar Indonesia didepak dari MSCI Global Standard Index saat rebalancing bulan Mei. Tidak ada saham yang masuk ke indeks tersebut. Berikut daftar saham yang dikeluarkan:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

MSCI juga merombak komposisi MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia. Terdapat 13 saham domestik yang dikeluarkan dan satu saham yang masuk ke dalam daftar, yaitu AMRT, yang sebelumnya berada di MSCI Global Standard Index.

Daftar saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index adalah:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  10. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Perubahan ini menegaskan bahwa meski beberapa saham mengalami penyesuaian, posisi Indonesia sebagai emerging market tetap terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa MSCI masih menilai pasar saham Indonesia memenuhi kriteria yang ditetapkan, meskipun ada dinamika internal di pasar domestik.

MSCIIndonesiaEmerging MarketFrontier MarketBursa Efek IndonesiaMSCI Global Standard IndexMSCI Global Small Cap IndexAMRT

Komentar

Memuat komentar...