Mudik 2026 Jawa Timur: Volume Kendaraan Naik 18% tapi Aman

Sinta R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Mudik 2026 Jawa Timur: Volume Kendaraan Naik 18% tapi Aman

Gambar atau konten salah?

Arus mudik dan balik 2026 di Jawa Timur menunjukkan lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan. Meski begitu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menegaskan bahwa keseluruhan arus mudik selama Operasi Ketupat Semeru 2026 tetap aman dan lancar.

“Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga kondusif,” ujar Abast dalam keterangannya pada 25 Maret 2026. Ia menekankan bahwa kelancaran, kenyamanan, dan pengamanan tidak lepas dari sinergi antar instansi serta partisipasi aktif masyarakat.

Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026 menyatakan bahwa pergerakan arus mudik dan balik di Jawa Timur selama pelaksanaan operasi mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data Polda Jatim periode 13 hingga 24 Maret 2026, total kendaraan keluar-masuk tercatat mencapai 1.938.668 unit.

Abast menilai angka tersebut meningkat sekitar 18% atau bertambah 300.676 kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.637.992 kendaraan. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat momentum mudik Lebaran tahun ini.

“Secara umum terjadi peningkatan arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun tol. Total kendaraan yang keluar masuk Jawa Timur naik sekitar 18% dibanding tahun lalu,” imbuhnya. Polisi dengan 3 melati di pundaknya menjelaskan bahwa di jalur tol peningkatan juga terlihat dengan total kendaraan mencapai 1.483.303 unit atau naik 10%. Sementara di jalur arteri, lonjakan cukup signifikan terjadi di beberapa titik, seperti arteri Magetan yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 400%.

Selain kendaraan, jumlah penumpang moda transportasi umum juga mengalami peningkatan cukup tinggi. Ia menyatakan total penumpang tercatat sebanyak 2.544.309 orang atau naik 22% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2.097.163 orang. “Lonjakan penumpang terlihat di berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara. Ini menandakan aktivitas mudik tahun ini berjalan sangat dinamis,” jelasnya.

Di sektor transportasi udara, Bandara Juanda mencatat kenaikan penumpang sebesar 13% menjadi 522.135 orang. Sementara di terminal bus Purabaya jumlah penumpang meningkat 22% menjadi 472.519 orang. Untuk transportasi kereta api, Stasiun Gubeng dan Pasar Turi mengalami kenaikan signifikan. Di Stasiun Gubeng jumlah penumpang naik 41% menjadi 326.493 orang, sedangkan di Stasiun Pasar Turi meningkat 18% menjadi 210.016 orang. Sementara di sektor penyeberangan laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang hingga 21% menjadi 904.814 orang. Namun, Pelabuhan Tanjung Perak justru mengalami penurunan total penumpang sekitar 21%.

Data ini menegaskan bahwa arus mudik di Jawa Timur pada tahun 2026 berlangsung dengan intensitas tinggi namun tetap terkelola dengan baik berkat koordinasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat.

Mudik 2026Operasi Ketupat SemeruJawa TimurPeningkatan volume kendaraanPenumpang transportasi umumKoordinasi lembagaKeamanan lalu lintas

Komentar

Memuat komentar...