Mudik Awal ke Bali; 128.725 Penumpang lewat Gilimanuk
Gambar atau konten salah?
Jembrana – Beberapa pemudik memutuskan kembali ke Bali lebih cepat setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Mereka memilih rute Pulau Dewata melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, lebih awal karena antrean yang berjam-jam saat mudik ke kampung halaman.
Menurut data PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang‑Gilimanuk, 128.725 orang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk selama periode H+1 hingga H+3 Lebaran. Ratusan ribu penumpang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. Volume kendaraan juga tinggi: 23.642 sepeda motor dan 13.328 mobil pribadi.
Ilham Hadi, pemudik asal Jember berusia 37 tahun, sengaja kembali ke Bali lebih awal karena trauma dengan kemacetan panjang saat arus mudik lalu. “Kapok sekali saat mudik kemarin itu, antre belasan jam mau masuk pelabuhan. Lebih baik berangkat santai saja lebih awal. Kasihan anak‑anak kalau diajak antre lagi,” ungkap Ilham saat ditemui pada 26 Maret 2026. Ia memilih berangkat sebelum masa libur sekolah berakhir demi kenyamanan keluarga.
Samsul, pemudik motor tujuan Denpasar, juga memilih mencuri start untuk menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan. “Harus kembali bekerja di Denpasar. Sebenarnya tanggal 24 Maret 2026 sudah harus balik, tetapi karena ada urusan baru bisa berangkat pagi tadi. Yang penting hindari antrean puncak,” tutur Samsul.
Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menjelaskan data posko mencatat tren kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu. Pada 25 Maret 2026 atau H+2, terjadi lonjakan sebesar 6,6%. “Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+3 mencapai 44.898 orang, naik dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 42.108 orang,” ungkap Bintang dalam keterangan tertulisnya. Untuk melayani arus balik pada H+3 saja, ASDP telah mengoperasikan 223 trip kapal. Pada hari tersebut, tercatat 8.691 unit sepeda motor dan 4.644 unit mobil pribadi telah melintas masuk ke Bali.
Pihak ASDP memprediksi gelombang arus balik menuju Bali akan terjadi dalam beberapa tahap. Setelah lonjakan pada 24 Maret 2026, puncak arus balik berikutnya diperkirakan akan jatuh pada akhir pekan ini. Secara umum, kepadatan akan mulai terasa kembali sejak 27 Maret 2026 sampai 29 Maret 2026.
Pergerakan pemudik yang lebih awal mencerminkan upaya menghindari kemacetan dan antrean panjang. Data ASDP menunjukkan peningkatan arus balik yang signifikan, sekaligus menandai pola perjalanan yang lebih terencana di masa mudik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
