Museum Ibu Marsinah Nganjuk Tetap Tertutup Meski Resmi
Gambar atau konten salah?
Museum Ibu Marsinah di Nganjuk masih tertutup meski sudah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026. Pengelola, KSPI Jatim, mengungkap alasan di balik penutupan tersebut.
Di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, pengunjung yang datang pada Senin (18 Mei 2026) menemukan pintu museum tetap terkunci rapat. Mereka hanya dapat melihat interior lewat kaca jendela dan menunggu di teras museum.
“Saya penasaran ingin melihat langsung isi museum, mau tahu sejarah Ibu Marsinah. Tapi ternyata hari ini masih ditutup,” kata Anik Celia (40), warga Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, yang datang bersama suami dengan motor.
Pengunjung lain, Trisnawati (52) dari Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, juga hanya bisa duduk di teras dan berfoto di Monumen Marsinah. Ia mengaku: “Saya awalnya dapat informasi, museum dibuka untuk umum gratis tiap hari pada pukul 10.00 sampai pukul 17.00 WIB. Tapi ternyata belum buka.”
Seorang pejabat menyatakan bahwa museum akan dikelola oleh yayasan dengan pengurus dari KSPSI Jatim dan melibatkan keluarga besar Marsinah. Ketua KSPSI Jatim, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa museum belum dibuka karena masih menyiapkan perangkat.
Perangkat yang dimaksud meliputi petugas keamanan, tenaga kebersihan, dan bagian administrasi yang akan bekerja sehari-hari di museum. “Kami masih perlu menyiapkan perangkat-perangkat yang ada,” ujarnya.
Ahmad Fauzi menambahkan bahwa target persiapan akan selesai pada akhir Mei 2026. “Kami memasang target, awal Juni, sekitar tanggal satu atau dua, Museum Ibu Marsinah sudah bisa dikunjungi secara umum,” tambahnya.
Marsini, kakak Marsinah, juga menyatakan bahwa museum belum dibuka karena masih melakukan persiapan teknis. Ia menegaskan: “Akan dibuka secara umum dalam waktu dekat.”
Dengan semua persiapan yang masih berlangsung, pengelola museum menargetkan pembukaan resmi pada awal Juni 2026. Warga tetap dapat menunggu, sementara museum menyiapkan staf dan fasilitas untuk memastikan kunjungan publik berjalan lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
