Muslimat NU Kirim Surat Tegaskan Peran Perempuan di PBB

Jaka M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Muslimat NU Kirim Surat Tegaskan Peran Perempuan di PBB

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 13 April 2026 – Pada hari Senin, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PP Muslimat NU, Arifah Choiri Fauzi hadir di Surabaya untuk menyaksikan pembacaan deklarasi PW Muslimat NU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Deklarasi tersebut berisi sembilan imbauan kepada PBB agar segera menghentikan perang dan mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Dalam acara itu, Khofifah menegaskan bahwa perempuan, khususnya melalui Muslimat NU, memiliki peran strategis tidak hanya dalam penguatan sosial dan hukum di tingkat akar rumput, tetapi juga dalam menyuarakan perdamaian dunia. “Hentikan perang, mari kita wujudkan perdamaian dunia. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.

Sebagai wujud konkret, Pimpinan Pusat Muslimat NU akan mengirimkan surat resmi kepada Secretaris Jenderal PBB, António Guterres melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Surat tersebut memuat sembilan poin himbauan untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian di seluruh dunia.

Pernyataan dan imbauan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen kami terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia. Semoga upaya bersama ini dapat menghadirkan dunia yang lebih damai, adil, dan beradab,” harapnya.

Di sisi lain, pengukuhan paralegal Muslimat NU tetap menjadi bagian penting dalam penguatan akses keadilan di tingkat masyarakat. Khofifah menekankan bahwa paralegal memiliki peran strategis sebagai pendamping hukum sekaligus juru damai dalam menyelesaikan konflik sosial.

Berikut adalah sembilan poin imbauan Muslimat NU untuk PBB:

  • Penghentian segera atas konflik bersenjata di seluruh dunia.
  • Intensifikasi upaya diplomasi damai dengan melibatkan semua pihak terkait guna mencapai solusi politik, ekonomi, dan kedamaian yang berkeadilan dan bermartabat.
  • Menjamin perlindungan maksimal bagi warga sipil, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya dari segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia.
  • Melindungi tenaga medis dan fasilitas kesehatan serta melindungi insan pendidikan dan fasilitas pendidikan agar dapat menjalankan tugas kemanusiaan tanpa ancaman, intimidasi, maupun serangan.
  • Menjamin keselamatan jurnalis dan pekerja media, sehingga informasi yang objektif dan akurat tetap dapat disampaikan kepada dunia internasional.
  • Memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi para korban konflik.
  • Menegakkan hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia, serta mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di wilayah konflik.
  • Mendorong peran aktif perempuan dalam proses perdamaian, sebagai bagian penting dalam menciptakan resolusi konflik yang inklusif dan berkelanjutan.
  • Inisiasi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik, termasuk pemulihan psikososial bagi korban, khususnya perempuan dan anak-anak.

Dengan mengirimkan surat ini, Muslimat NU berharap dapat menambah suara perempuan dalam dialog global tentang perdamaian. Peran paralegal yang terus diperkuat diharapkan dapat membantu masyarakat menuntut hak dan menyelesaikan sengketa secara damai. Kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Muslimat NUPerdamaian duniaPBBParalegalHak asasi manusia

Komentar

Memuat komentar...