Muzani Tegaskan Mahasiswa Penentu 100 Tahun Indonesia

Lina F. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Muzani Tegaskan Mahasiswa Penentu 100 Tahun Indonesia

Gambar atau konten salah?

Ahmad Muzani, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, memimpin sebuah kuliah umum di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Buleleng, Bali, pada 15 Mei 2026. Ia menyoroti 100 tahun kemerdekaan RI yang akan tiba pada tahun 2045, dan menegaskan peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai penentu arah bangsa di tengah kompleksitas ancaman geopolitik dunia.

“Ketika Indonesia berumur 100 tahun, mahasiswa hari ini akan menjadi pemimpin bangsa. Karena itu saudara-saudara adalah tumpuan kita semua,” ujar Muzani di hadapan para mahasiswa IMK Singaraja.

Ia menekankan bahwa para mahasiswa harus menjadi penerus estafet kepemimpinan, memahami konstitusi, budaya bangsa, dan landasan bernegara. “Kami harus memastikan bahwa Indonesia 100 tahun yang akan datang jatuh kepada para pemimpin yang mengerti tentang dasar negara, konstitusi negara, dan budaya bangsa,” imbuhnya.

Muzani mengingatkan kembali perjuangan bangsa Indonesia sejak era penjajahan. Ia menekankan solidaritas dan persatuan nasional sebagai fondasi kebangsaan. “Kita dulu dipersatukan oleh rasa senasib karena dijajah Belanda. Setelah itu dipersatukan oleh bahasa Indonesia,” kata Muzani.

Ia menambahkan bahwa bahasa Indonesia menjadi perekat kebangsaan. “Bahasa Indonesia menjadi perekat kebangsaan kita. Pergi ke Papua, Sumatera, atau pedalaman Jawa sekalipun, orang tetap bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,” sambungnya.

Di tengah era digital, Muzani menyinggung tantangan generasi muda. Ia meminta mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan gawai sebagai alat peningkatan kualitas diri.

Selanjutnya, Muzani menyoroti situasi geopolitik dunia yang semakin memanas. Ia menyatakan bahwa dunia berada dalam fase penuh ancaman akibat perang dan ketegangan antarnegara yang terus meluas. “Kita sekarang hidup dalam suasana yang berat. Geopolitik kita sekarang ini dalam suasana yang mengancam kehidupan kita semuanya. Perang di Timur Tengah, perang di Eropa, dan suasana ketegangan-ketegangan lain menyebabkan kehidupan kita makin sulit,” kata Muzani.

Muzani menjelaskan dampak konflik global tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat perang, tetapi juga menghantam kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. “Perang telah melahirkan berbagai macam persoalan. Harga bensin naik yang menyebabkan harga-harga jadi naik. Perang telah menyebabkan kebutuhan-kebutuhan kita menjadi sulit, dan itu semua harus kita hadapi karena seluruh dunia menghadapi situasi itu,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Ahmad Muzani menegaskan pentingnya generasi muda memahami dasar negara, budaya, dan konstitusi, serta kesiapan menghadapi tantangan geopolitik yang memengaruhi kehidupan sehari‑hari. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang terdidik, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi demi kemajuan bangsa, sambil tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika global yang kompleks.

Ahmad Muzani100 tahun kemerdekaan RIgenerasi mudamahasiswageopolitikkonstitusipersatuan nasional

Komentar

Memuat komentar...