Nengah Artini 58 Tahun Tewas, Polri Menilai Penyebab Alami

Yanto K. · 2 min baca · 54 menit lalu · 20 dibaca
Bisik.id
Nengah Artini 58 Tahun Tewas, Polri Menilai Penyebab Alami

Gambar atau konten salah?

04 Juni 2026 – Seorang perempuan berusia 58 tahun, Nengah Artini, ditemukan tewas dan membusuk di rumahnya di Jalan Sri Rama Nomor 19A, Banjar Dinas Bangkang, Desa Baktiseraga, Buleleng. Artini, seorang ibu rumah tangga, tinggal sendirian di tempat itu.

Keadaan ini pertama kali terungkap ketika I Ketut Budiana (74) datang ke lokasi sekitar pukul 06.30 Wita untuk mengajak Artini berjalan‑jalan ke pantai. Saat tiba di rumah, Budiana mencium bau menyengat dari dalam. Ia mencoba menghubungi Artini lewat ponsel, namun tidak mendapat balasan. Kemudian ia menelepon warga sekitar, keluarga korban, kepala dusun, dan Bhabinkamtibmas Desa Baktiseraga untuk memeriksa keadaan.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersamaan dengan tim medis dan inafis langsung menuju lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa jasad korban. “Kemudian, dilakukan pemeriksaan bersama dan korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam rumahnya,” ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Hasil pemeriksaan awal tenaga medis Puskesmas II Buleleng menunjukkan Artini tergeletak terlentang di atas tempat tidur. “Artini diperkirakan sudah meninggal lebih dari lima hari,” jelas Yohana. Pemeriksaan medis tidak menemukan tanda‑tanda kekerasan pada tubuh korban, dan jenazah diperkirakan sudah meninggal lebih dari lima hari.

Selama proses olah TKP, polisi tidak menemukan kejanggalan yang mengarah pada tindak pidana. Mereka menemukan beberapa obat jantung dan obat sesak napas yang diduga milik Artini. Menurut keluarga dan saksi, Artini selama ini memiliki riwayat penyakit jantung dan gangguan pernapasan, serta tinggal sendiri di rumah tersebut.

Berlandaskan keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis, dan temuan TKP, polisi menyimpulkan bahwa kematian Artini disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. “Tidak ditemukan tanda‑tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana,” tegas Yohana.

Jenazah Artini kini disimpan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan jantung dan pernapasan, terutama bagi lansia yang tinggal sendiri. Masyarakat diharapkan dapat lebih aktif memantau kondisi kesehatan teman atau kerabat yang berisiko tinggi.

Nengah ArtiniBulelengkematian akibat penyakit jantungolahan TKPpenyakit pernapasankebijakan kesehatan lansiapenelitian medis

Komentar

Memuat komentar...