Nike PHK 1,400 Karyawan, Fokus Efisiensi Rantai Pasokan

Surya B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Nike PHK 1,400 Karyawan, Fokus Efisiensi Rantai Pasokan

Gambar atau konten salah?

1.400 karyawan akan diberhentikan oleh Nike, setara kurang dari 2% tenaga kerja global perusahaan. Pengumuman ini dibuat pada 24 April 2026.

Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy menjelaskan bahwa pemangkasan ini menargetkan divisi operasional global, khususnya bagian teknologi. Karyawan yang terdampak tersebar di Amerika Utara, Asia, dan Eropa.

Langkah serupa terjadi pada bulan Januari, ketika Nike memecat 775 karyawan untuk mempercepat sistem otomatisasi. Memo internal menyebutnya sebagai upaya perampingan alur kerja di tengah penurunan penjualan yang sudah berlangsung bertahun‑tahun.

Di pasar global, Nike masih bersaing dengan merek yang lebih lincah seperti On, Hoka, dan Anta. Saham Nike bahkan dilaporkan sudah turun lebih dari 50% dalam tiga tahun terakhir karena pesaingnya berhasil merebut ruang di rak‑rak toko ritel.

CEO Nike, Inc., Elliott Hill, yang mulai menjabat pada 2024, berjanji mengembalikan fokus merek ke produk olahraga, seperti lari dan sepak bola, serta mempercepat peluncuran sepatu baru yang inovatif. Meskipun begitu, margin keuntungan masih tertekan karena perusahaan harus memberikan diskon besar‑besar untuk menghabiskan stok lama.

Hill menyatakan bahwa kebangkitan Nike bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menghadirkan produk baru bagi konsumen setiap minggu. Namun, peluncuran produk‑produk baru sejauh ini belum membawa perubahan signifikan.

Satu titik terang bagi Nike adalah peluncuran sepatu Vomero 18 pada tahun lalu, yang berhasil meraup penjualan US$ 100 juta dalam tiga bulan.

Manajemen Nike tidak memberikan rincian angka penghematan biaya dari kebijakan PHK ini. Namun, memo tersebut menyatakan bahwa pengurangan staf akan memungkinkan Nike untuk mengintegrasikan rantai pasokan material, alas kaki, dan pakaian dengan lebih baik.

Selain itu, Nike akan memusatkan teknologi operasional di dua pusat utama: kantor pusat di Beaverton, Oregon dan pusat teknologi Nike di India.

Secara keseluruhan, langkah PHK ini menandai upaya Nike untuk menyesuaikan struktur internalnya di tengah persaingan yang semakin ketat dan tekanan keuangan yang berkelanjutan. Dengan fokus pada efisiensi rantai pasokan dan inovasi produk, perusahaan berharap dapat memperbaiki posisi pasar dan kinerja keuangan di masa depan.

NikePHKteknologi operasionalluncurkan sepatumargin keuntunganpersainganefisiensi rantai pasokan

Komentar

Memuat komentar...