Nike PHK 1,400 Karyawan, Fokus Efisiensi Rantai Pasokan
Gambar atau konten salah?
1.400 karyawan akan diberhentikan oleh Nike, setara kurang dari 2% tenaga kerja global perusahaan. Pengumuman ini dibuat pada 24 April 2026.
Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy menjelaskan bahwa pemangkasan ini menargetkan divisi operasional global, khususnya bagian teknologi. Karyawan yang terdampak tersebar di Amerika Utara, Asia, dan Eropa.
Langkah serupa terjadi pada bulan Januari, ketika Nike memecat 775 karyawan untuk mempercepat sistem otomatisasi. Memo internal menyebutnya sebagai upaya perampingan alur kerja di tengah penurunan penjualan yang sudah berlangsung bertahun‑tahun.
Di pasar global, Nike masih bersaing dengan merek yang lebih lincah seperti On, Hoka, dan Anta. Saham Nike bahkan dilaporkan sudah turun lebih dari 50% dalam tiga tahun terakhir karena pesaingnya berhasil merebut ruang di rak‑rak toko ritel.
CEO Nike, Inc., Elliott Hill, yang mulai menjabat pada 2024, berjanji mengembalikan fokus merek ke produk olahraga, seperti lari dan sepak bola, serta mempercepat peluncuran sepatu baru yang inovatif. Meskipun begitu, margin keuntungan masih tertekan karena perusahaan harus memberikan diskon besar‑besar untuk menghabiskan stok lama.
Hill menyatakan bahwa kebangkitan Nike bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menghadirkan produk baru bagi konsumen setiap minggu. Namun, peluncuran produk‑produk baru sejauh ini belum membawa perubahan signifikan.
Satu titik terang bagi Nike adalah peluncuran sepatu Vomero 18 pada tahun lalu, yang berhasil meraup penjualan US$ 100 juta dalam tiga bulan.
Manajemen Nike tidak memberikan rincian angka penghematan biaya dari kebijakan PHK ini. Namun, memo tersebut menyatakan bahwa pengurangan staf akan memungkinkan Nike untuk mengintegrasikan rantai pasokan material, alas kaki, dan pakaian dengan lebih baik.
Selain itu, Nike akan memusatkan teknologi operasional di dua pusat utama: kantor pusat di Beaverton, Oregon dan pusat teknologi Nike di India.
Secara keseluruhan, langkah PHK ini menandai upaya Nike untuk menyesuaikan struktur internalnya di tengah persaingan yang semakin ketat dan tekanan keuangan yang berkelanjutan. Dengan fokus pada efisiensi rantai pasokan dan inovasi produk, perusahaan berharap dapat memperbaiki posisi pasar dan kinerja keuangan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tarif Listrik Tetap 2017, Subsidi Naik Rp201 Triliun
BEI Hadiri Pertemuan Investor Global, Kuatkan Pasar Modal
Purbaya Jelaskan Defisit APBN 3% di Pertemuan S&P Jakarta
AS Pasang Tarif 10% pada Impor Indonesia, Pemerintah Menelaah
Kementerian Perhubungan Realisasi 32,27% Anggaran Tahun 2026
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Berita Terbaru
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Ariston Perkenalkan Lini Pemanas Air Baru di Indonesia
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
