Niño Super: Prediksi Terjadi di Beberapa Bulan

Putri N. · 2 min baca · 26 hari lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Niño Super: Prediksi Terjadi di Beberapa Bulan

Gambar atau konten salah?

Perkiraan baru menunjukkan bahwa salah satu peristiwa El Nino paling kuat dapat muncul dalam beberapa bulan ke depan. Prediksi ini menambah kekhawatiran tentang suhu global, badai, kekeringan, dan kondisi ekstrem lainnya pada tahun ini.

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di beberapa bagian Samudra Pasifik menjadi lebih hangat dari biasanya. Pola iklim alami ini sering memicu kenaikan suhu global dan dapat memengaruhi cuaca di seluruh dunia. Biasanya, El Nino memperburuk pemanasan yang diakibatkan perubahan iklim manusia, sehingga meningkatkan kemungkinan suhu global lebih panas dari kondisi normal.

Prakiraan terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan European Center for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) menunjukkan peluang terjadinya “super El Nino” semakin meningkat. Menurut ECMWF, suhu permukaan laut di bagian tengah Samudra Pasifik ekuator dapat mencapai 3 derajat Celcius di atas rata‑rata pada musim gugur. Jika terwujud, peristiwa ini akan menjadi salah satu yang paling kuat dalam catatan sejarah dan dapat diklasifikasikan sebagai “super El Nino.”

super El Nino” adalah El Nino yang sangat kuat, dan didefinisikan oleh suhu air yang setidaknya 2 derajat Celcius di atas rata‑rata di Samudra Pasifik.

NOAA mencatat bahwa suhu permukaan laut yang mendekati atau di atas rata‑rata telah meluas ke sebagian besar wilayah Samudra Pasifik ekuator sejak tengah April. Para ilmuwan memantau pola El Nino karena fenomena ini dapat memberikan dampak sangat luas terhadap suhu global dan peristiwa cuaca ekstrem.

Jika super El Nino terbentuk dalam beberapa bulan ke depan dan berlangsung hingga tahun depan, para pakar iklim mengatakan suhu global pada tahun 2027 dapat melonjak hingga mencapai rekor tertinggi.

Di Amerika Serikat bagian barat, El Nino cenderung dikaitkan dengan suhu panas dan kelembapan di atas rata‑rata. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan kondisi kering dan panas di seluruh belahan selatan negara tersebut. Di belahan dunia lainnya, El Nino cenderung memicu curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya di Asia Tengah dan Selatan serta beberapa wilayah di Timur Tengah.

Peristiwa super El Nino pada tahun 2015 menyebabkan kekeringan parah di Etiopia dan memicu kebijakan penjatahan air di Puerto Riko. Pada tahun itu, terjadi lonjakan aktivitas siklon tropis di cekungan Pasifik tengah, menghasilkan 16 siklon tropis yang terbentuk atau melewati kawasan tersebut, termasuk tiga badai Kategori 4 yang terjadi akhir bulan Agustus.

Perkiraan ini menegaskan bahwa El Nino, terutama dalam bentuk super, dapat memperburuk kondisi iklim global. Dampaknya mencakup peningkatan suhu, curah hujan berlebih, kekeringan, dan badai yang lebih kuat. Kesiapan dan pemantauan terus diperlukan untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kehidupan manusia dan ekosistem di berbagai belahan dunia.

El Ninosuper El Ninosuhu globalbadaikekeringancurah hujanNOAAECMWF

Komentar

Memuat komentar...