Obesitas, Risiko Kanker pada Usia 50 Tahun ke Atas meningkat

Sari D. · 1 min baca · 12 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Obesitas, Risiko Kanker pada Usia 50 Tahun ke Atas meningkat

Gambar atau konten salah?

Obesitas sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes, namun ternyata juga menjadi faktor risiko utama kanker. Dr. Santi Christiani Gultom, SpPD‑KHOM, spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi medik, menjelaskan bahwa dari 13 jenis kanker yang diteliti, mayoritas memiliki keterkaitan erat dengan obesitas.

Hampir 90 persen lebih, semua pasien obesitas itu dapat ditemukan pada pasien kanker yang usianya 50 tahun atau di atas 50 ya,” kata Dr. Santi dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri‑La Hotel, Jakarta Pusat, pada 23 Mei 2026.

Penelitian di Asia menelusuri hubungan antara Body Mass Index (BMI) tertinggi dan mortalitas kanker. Hasilnya, pada pria, kanker yang paling sering muncul adalah kanker usus, hati, dan leukemia. Pada wanita, kanker paling umum adalah kanker usus, payudara, dan uterus.

Menurut Dr. Santi, tiga mekanisme patofisiologis utama menjelaskan mengapa obesitas meningkatkan risiko kanker: resistensi insulin, inflamasi kronis, dan perubahan metabolisme hormon. Ia menjelaskan, “Seperti misalkan adanya suatu inflamasi kronis, ya, adanya perubahan fungsi imun seperti sel T, sel B yang semakin terdepresi ya, jadi efektivitas antitumor imunnya jadi menurun.”

Resistensi insulin menyebabkan kadar glukosa tetap tinggi, memicu proliferasi sel abnormal. Inflamasi kronis menurunkan fungsi sistem imun, sehingga sel-sel yang biasanya menyerang sel kanker tidak bekerja optimal. Perubahan hormon, seperti peningkatan estrogen pada wanita, juga dapat memicu pertumbuhan sel kanker tertentu.

Dengan hampir 90 persen pasien obesitas yang berusia 50 tahun ke atas menderita kanker, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan berat badan. Pencegahan melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan rutin dapat mengurangi risiko kanker yang terkait obesitas.

ObesitasKankerBMIResistensi InsulinInflamasi KronisMetabolisme HormonPola Makan Seimbang

Komentar

Memuat komentar...