Ojek Besakih Raih Pendapatan Rp500K Saat Pemuudik Padat

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Ojek Besakih Raih Pendapatan Rp500K Saat Pemuudik Padat

Gambar atau konten salah?

Di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali, ribuan pemudik berkunjung selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK). Di antara keramaian itu, ratusan tukang ojek menunggu penumpang di beberapa titik, siap menuntun mereka ke pura.

“Saya ngojek sejak pagi bahkan bisa sampai malam ketika pemedek ramai,” kata I Putu Prananda, salah satu ojek. Ia menyiapkan diri sejak pagi, menunggu orang yang hendak bersembahyang. Prananda mengaku penghasilannya sehari minimal Rp 100 ribu. Namun, ketika penumpang ramai, ia bisa mendapat cuan Rp 500 ribu sehari. “Sabtu (11 April 2026), saya ngojek sejak pagi bahkan bisa sampai malam ketika pemedek ramai,” tambahnya.

Para ojek menempatkan diri di titik-titik strategis seperti parkir Manik Mas, Kedungdung, dan lokasi lain di sekitar pura. Tarif yang mereka tetapkan adalah Rp 10 ribu per penumpang sekali jalan. Dengan tarif ini, banyak pemudik memilih naik ojek daripada berjalan kaki jauh dari parkir.

I Komang Deni, ojek lain, juga merasakan keuntungan tambahan selama IBTK. Ia mengatakan pendapatannya sehari rata-rata sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Deni tidak menutup kemungkinan penghasilannya bisa lebih besar bila pemudik ramai menggunakan jasanya. “Pemedek yang ingin ngojek cukup banyak, tapi tukang ojeknya juga banyak. Jadi, untuk dapat giliran butuh waktu 10‑20 menit. Tergantung jumlah tukang ojek yang antre dan jumlah pemudik yang naik ojek,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengungkapkan bahwa jumlah tukang ojek yang terdaftar selama ini mencapai 600 orang. Ia menjelaskan bahwa pengelola kawasan telah menentukan titik-titik yang diperbolehkan bagi ojek untuk menunggu penumpang. “Kami sudah tentukan titiknya, di mana saja boleh antre untuk menunggu penumpang. Jadi nanti mereka tinggal pilih mau antre di mana,” kata Muliarta.

Muliarta menambahkan bahwa keberadaan ojek membantu pemudik mencapai area pura lebih cepat. Ia menjelaskan jalur ojek berbeda dengan jalur pemudik yang berjalan kaki. “Untuk tukang ojek, kami sudah instruksikan lewat jalur belakang sehingga tidak mengganggu para pemudik yang berjalan kaki,” pungkasnya.

Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih tahun ini berlangsung hingga 23 April 2026. Puncak kegiatan sudah dilaksanakan saat Purnama Kedasa pada 2 April 2026.

Ojek-ojek lokal memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pendapatan, sementara pengelola pura memastikan kelancaran arus pemudik dengan menata titik-titik ojek dan jalur yang aman. Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan dapat berdampak positif bagi ekonomi lokal.

Pura Agung BesakihKarangasemOjekPemudikKarya Ida Bhatara Turun KabehIBTKEkonomi lokal

Komentar

Memuat komentar...