OJK Tegaskan Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi Global

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
OJK Tegaskan Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi Global

Gambar atau konten salah?

Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengungkapkan secara terbuka dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor keuangan. Ia menegaskan bahwa perang antara Iran dengan AS dan Israel berpotensi mengganggu ekonomi global.

Menurut Friderica, perekonomian dunia sebelumnya berada di jalur pemulihan. Inflasi menurun, permintaan global membaik, namun eskalasi pada 28 Februari 2026 menghentikan proses tersebut secara material.

Ia menyoroti bahwa OECD telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di mayoritas negara. Hal ini menandakan kinerja ekonomi global menurun secara signifikan.

Friderica menyatakan: “Situasi di Timur Tengah memicu disrupsi rantai pasok energi yang tentunya berdampak terhadap naiknya harga minyak dan juga komoditas lainnya. Namun tidak hanya itu, second round impact dapat mengarah pada tekanan inflasi global serta penurunan daya beli dan permintaan agregat.”

Ia menambahkan: “Dengan demikian, potensi perlambatan ekonomi global akan menjadi bagian dari dinamika perekonomian akibat faktor eksternal tersebut.”

Di sisi sektor keuangan, Friderica menegaskan bahwa kinerja masih terpantau stabil. Ia menekankan bahwa permodalan kuat, likuiditas memadai, dan risiko terjaga.

“Kinerja sektor jasa keuangan masih terpantau stabil yang terlihat dari permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai dan resiko yang terjaga sebagaimana tadi telah kami jelaskan,” ujarnya.

Friderica menyerukan langkah antisipatif. Ia meminta lembaga jasa keuangan untuk melakukan asesmen lanjutan secara forward‑looking, memperkuat manajemen risiko, memantau kinerja debitur, serta menjaga kecukupan likuiditas dan permodalan.

“Sebagai langkah antisipatif atas potensi kenaikan resiko, kami mendorong lembaga jasa keuangan untuk melakukan asesmen lanjutan secara forward looking dan memperkuat manajemen resiko, kemudian juga mencermati secara intensif kinerja debitur, serta menjaga kecukupan likuiditas dan juga permodalan,” kata Friderica.

Dengan demikian, meski sektor jasa keuangan tetap stabil, OJK menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik. Dampak perang di Timur Tengah menandai perlunya kesiapan lembaga keuangan menghadapi gangguan rantai pasok, kenaikan harga energi, dan tekanan inflasi global.

Timur TengahOJKekonomi globalinflasirantai pasok energimanajemen risikolikuiditas

Komentar

Memuat komentar...