OJK Terima 28 Calon Direksi BEI, Proses Seleksi Berlangsung
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan penerimaan 4 paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendaftaran paket calon direksi ditutup pada 04 Mei 2026.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan setiap paket berisi 7 orang calon direksi. Sehingga total calon direksi dari 4 paket yang telah mendaftar ke OJK sebanyak 28 orang.
“Ada 28 nama calon direksi bursa efek Indonesia yang masuk mendaftar di OJK,” ungkap Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual pada 05 Mei 2026.
OJK masih melakukan proses pemeriksaan kelengkapan administrasi dan latar belakang dari masing-masing calon direksi BEI. Secara umum, Hasan mengatakan para kandidat memiliki profil yang berpengalaman di industri pasar modal.
“Dapat kami sampaikan dari sisi profil kandidat atau calon yang masuk adalah mencerminkan kombinasi antara pelaku yang memiliki pengalaman kuat di industri pasar modal, tentunya serta terdapat juga calon yang berasal dari profesional di sektor lain yang relevan, termasuk dari sektor keuangan dan juga teknologi informasi,” jelasnya.
Berdasarkan POJK Nomor 58 Tahun 2016, pencalonan berbentuk paket diajukan oleh kelompok pemegang saham BEI atau Anggota Bursa (AB). Hasan menegaskan, setiap calon wajib memenuhi persyaratan mencakup integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan yang baik.
Tahap selanjutnya para calon harus lolos proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh komite yang dibentuk OJK. Uji kelayakan ini dilakukan untuk memastikan kandidat memiliki kapasitas yang memadai.
“Keseluruhan rangkaian proses seleksi para kandidat calon direksi Bursa Efek Indonesia ini diharapkan nantinya menghasilkan nama-nama yang terpilih menduduki posisi tujuh jabatan direksi Bursa Efek Indonesia, dan menjadi pemimpin Bursa Efek yang tentu tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi semata tetapi juga memiliki masing-masing visi yang strategis dan kemampuan eksekusi yang kuat dalam membawa pasar modal kita menjadi lebih dalam lebih liquid,” pungkasnya.
OJK menegaskan pentingnya proses seleksi menyeluruh untuk memastikan kualitas kepemimpinan pasar modal, sehingga BEI dapat terus berfungsi sebagai platform perdagangan saham yang teratur dan transparan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Asuransi Astra Tumbuh Meski Tekanan Nilai Tukar & Suku Bunga
Menteri Keuangan: Rupiah Terkena Rumor, Bank Indonesia Fokus
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
