OJK Umumkan Satu Bank Syariah Baru Segera Hadir
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa Indonesia akan segera memiliki satu bank umum syariah (BUS) baru. Saat ini, baru ada tiga bank syariah besar yang masuk dalam kategori Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa proses pembicaraan masih berlangsung di kalangan perbankan. Namun, ia belum bisa memberikan informasi lebih detail mengenai entitas usaha yang dimaksud. "Sekarang juga masih sedang ada pembicaraan, tentu dengan yang terkait dengan bank syariah lain ya. Saya belum bisa disclose karena ada beberapa rencana yang memang dirasa sedang mereka pelajari dulu," kata Dian kepada wartawan di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Dian menjelaskan bahwa entitas yang bersangkutan sedang mengkaji pembentukan BUS melalui mekanisme spin-off, yaitu pemisahan unit bisnis menjadi entitas usaha baru yang terpisah. Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan bank syariah baru tersebut akan resmi beroperasi. "Ya sekarang masih sedang workout, ya. Tentu saja setelah Bank Syariah Nasional berdiri, itu sudah satu hal ya," pungkasnya.
Sebelumnya, OJK menargetkan akan lahir satu BUS baru dari proses spin-off pada tahun ini. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional, khususnya di kelompok KBMI 2. Saat ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berada di kelompok KBMI 3. Sementara itu, kelompok KBMI 2 diisi oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk.
Kehadiran bank syariah baru ini diharapkan bisa menambah daya saing dan memperluas layanan perbankan syariah di Indonesia. Proses spin-off sendiri menjadi salah satu strategi yang umum digunakan untuk memisahkan unit usaha syariah dari induk perusahaan konvensional, sehingga bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis berbasis prinsip syariah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
