OMC Hujan Buatan Jambi: Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan

Ningsih R. · 3 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
OMC Hujan Buatan Jambi: Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan

Gambar atau konten salah?

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai dilaksanakan di Jambi, wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Operasi ini dimulai pada 05 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 12 Juni 2026 dengan pusat operasi di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Menurut Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB, “BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara bergerak cepat melakukan upaya pencegahan melalui hujan buatan di beberapa wilayah termasuk Jambi,” ia menulis dalam laporan tertulis yang diterima pada 07 Juni 2026.

Operasi ini merupakan respons terhadap status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi sejak 27 April 2026. OMC bertujuan menurunkan risiko kebakaran sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

Di hari pertama pelaksanaan, tim OMC menerbangkan pesawat untuk menyemai satu ton garam ke awan potensial hujan di wilayah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. “Pada hari pertama pelaksanaan, tim OMC menerbangkan pesawat untuk menyemai satu ton garam ke awan potensial hujan yang berada di wilayah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan bahwa OMC yang sudah dilaksanakan “juga disebut memberikan dampak hasil baik sejak awal dimulai.” Ia menyebut, “jika hujan dilaporkan telah turun di sejumlah wilayah sasaran tidak lama setelah proses penyemaian dilakukan.”

Operasi dilanjutkan pada hari Sabtu dengan menargetkan kawasan Tanjung Jabung Barat, daerah rawan karhutla. Dalam operasi itu, seluruh daerah yang disemai berhasil turun hujan. “Operasi kemudian kembali dilanjutkan pada Sabtu dengan menyasar kawasan Tanjung Jabung Barat yang juga merupakan daerah rawan karhutla. Dalam operasi itu, seluruh daerah yang disemai berhasil turun hujan,” terang Suharyanto.

Menurutnya, upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan risiko kebakaran sejak dini. Selain meningkatkan peluang hujan, operasi tersebut juga bertujuan menjaga kelembapan lahan gambut, yang selama ini menjadi titik paling rentan terbakar saat cuaca panas dan kering. “Upaya ini, kata Suharyanto, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan risiko kebakaran sejak dini sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Selain meningkatkan peluang hujan, operasi tersebut juga bertujuan menjaga kelembapan lahan gambut yang selama ini menjadi salah satu titik paling rentan terbakar saat cuaca panas dan kering,” ia katakan.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman saat api sudah membesar. “Kepala BNPB RI itu juga sebelumnya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman saat api sudah membesar. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal,” ia menyatakan.

OMC perlu dilakukan sejak dini sebelum musim kemarau memasuki puncaknya, dan berguna untuk membasahi gambut sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah dipadamkan, kata Suharyanto. “Maka OMC ini perlu dilakukan sejak dini sebelum musim kemarau memasuki puncaknya, dan OMC ini juga berguna untuk membasahi gambut sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah untuk dipadamkan,” sebutnya.

Jambi kini masuk dalam enam provinsi prioritas nasional penanganan karhutla tahun 2026. Dukungan operasi udara dari pemerintah pusat terus disiapkan guna membantu daerah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau. “Saat ini, Jambi sendiri masuk dalam enam provinsi prioritas nasional penanganan karhutla tahun 2026. Karena itu, dukungan operasi udara dari pemerintah pusat terus disiapkan guna membantu daerah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau,” kata Suharyanto.

BNPB mengingatkan seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat—agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan dini. Kolaborasi semua pihak dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya bencana asap yang pernah melanda sejumlah wilayah di Sumatera. “BNPB juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan dini. Kolaborasi semua pihak dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya bencana asap yang pernah melanda sejumlah wilayah di Sumatera,” ia menegaskan.

Dengan musim kemarau yang mulai menunjukkan dampaknya, operasi hujan buatan diharapkan menjadi benteng awal untuk menjaga Jambi tetap aman dari ancaman karhutla dan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian daerah. “Dengan musim kemarau yang mulai menunjukkan dampaknya, operasi hujan buatan diharapkan menjadi benteng awal untuk menjaga Jambi tetap aman dari ancaman karhutla dan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian daerah,” tegas Suharyanto.

Operasi ini menegaskan pentingnya pencegahan dini dan kolaborasi lintas lembaga dalam mengatasi risiko kebakaran hutan dan lahan. Dengan menjaga kelembapan lahan gambut dan meningkatkan peluang hujan, OMC berupaya menurunkan potensi kebakaran sebelum musim kemarau mencapai puncaknya, sekaligus memudahkan pemadaman jika kebakaran sudah terjadi.

Operasi Modifikasi CuacaJambiKebakaran HutanHujan BuatanBNPBBMKGKelembapan Lahan Gambut

Komentar

Memuat komentar...