Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Tambah Hujan di Palembang
Gambar atau konten salah?
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Palembang masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Tujuannya adalah menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menambah curah hujan secara buatan.
Sampai hari ketujuh pelaksanaan, tim OMC telah menuntaskan 13 sortie penerbangan penyemaian yang menaburkan 13 ton natrium klorida (NaCl) ke langit Bumi Sriwijaya. Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengungkapkan pada 11 Mei 2026 sore bahwa semua operasi telah selesai.
“Total sudah 13 sortie dengan bahan NaCl yang ditebar sebanyak 13 ton,” kata Siswanto saat dikonfirmasi. Meskipun jadwal awal menargetkan dua sortie per hari, kondisi alam menjadi penentu utama pelaksanaan. “Satu hari memang dijadwal dua sortie, namun tetap mengacu pada pertumbuhan awan. Penyemaian dilakukan jika awan memenuhi syarat. Jika ada hari yang hanya satu sortie, berarti kondisi awannya memang tidak terpenuhi syarat untuk disemai,” jelasnya.
Fokus penyemaian masih berada di tiga wilayah utama yang memiliki lahan gambut luas dan rawan terbakar: Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba). “Fokus masih berada di tiga lokasi yang memiliki lahan gambut yang rawan terbakar yakni di OKI, Banyuasin, dan Muba,” tegas Siswanto.
Hasilnya mulai terlihat positif. Berdasarkan pantauan radar dan data lapangan, penyemaian garam tersebut efektif meningkatkan intensitas hujan di wilayah-wilayah prioritas. “Cukup efektif meningkatkan curah hujan dan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut. Hal ini berdampak langsung pada pengurangan titik api di wilayah OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin,” ungkapnya.
Selama sepekan pelaksanaan, tidak ditemukan kendala cuaca signifikan yang mengganggu proses penerbangan pesawat penyemai. Operasi ini direncanakan berlanjut hingga 14 Mei 2026 untuk memastikan Sumatera Selatan siap menghadapi puncak musim kemarau.
Dengan intensitas hujan buatan yang meningkat, risiko kebakaran di lahan gambut dapat dikurangi. OMC menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam mitigasi karhutla, menambah lapisan perlindungan bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Berita Terbaru
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
