Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Tambah Hujan di Palembang

Mira T. · 2 min baca · 22 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Tambah Hujan di Palembang

Gambar atau konten salah?

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Palembang masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Tujuannya adalah menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menambah curah hujan secara buatan.

Sampai hari ketujuh pelaksanaan, tim OMC telah menuntaskan 13 sortie penerbangan penyemaian yang menaburkan 13 ton natrium klorida (NaCl) ke langit Bumi Sriwijaya. Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengungkapkan pada 11 Mei 2026 sore bahwa semua operasi telah selesai.

“Total sudah 13 sortie dengan bahan NaCl yang ditebar sebanyak 13 ton,” kata Siswanto saat dikonfirmasi. Meskipun jadwal awal menargetkan dua sortie per hari, kondisi alam menjadi penentu utama pelaksanaan. “Satu hari memang dijadwal dua sortie, namun tetap mengacu pada pertumbuhan awan. Penyemaian dilakukan jika awan memenuhi syarat. Jika ada hari yang hanya satu sortie, berarti kondisi awannya memang tidak terpenuhi syarat untuk disemai,” jelasnya.

Fokus penyemaian masih berada di tiga wilayah utama yang memiliki lahan gambut luas dan rawan terbakar: Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba). “Fokus masih berada di tiga lokasi yang memiliki lahan gambut yang rawan terbakar yakni di OKI, Banyuasin, dan Muba,” tegas Siswanto.

Hasilnya mulai terlihat positif. Berdasarkan pantauan radar dan data lapangan, penyemaian garam tersebut efektif meningkatkan intensitas hujan di wilayah-wilayah prioritas. “Cukup efektif meningkatkan curah hujan dan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut. Hal ini berdampak langsung pada pengurangan titik api di wilayah OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin,” ungkapnya.

Selama sepekan pelaksanaan, tidak ditemukan kendala cuaca signifikan yang mengganggu proses penerbangan pesawat penyemai. Operasi ini direncanakan berlanjut hingga 14 Mei 2026 untuk memastikan Sumatera Selatan siap menghadapi puncak musim kemarau.

Dengan intensitas hujan buatan yang meningkat, risiko kebakaran di lahan gambut dapat dikurangi. OMC menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam mitigasi karhutla, menambah lapisan perlindungan bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)Kurang Risiko Kebakaran HutanCurah Hujan BuatanNatrium Klorida (NaCl)Lahan GambutKawasan OKI/Banyuasin/Musi BanyuasinSumatera Selatan

Komentar

Memuat komentar...