Outstanding Pinjaman Online Naik 26,11% ke Rp 100 Triliun
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan signifikan pada outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (pindar). Menurut data, utang masyarakat yang terdaftar di aplikasi pinjaman online telah melampaui Rp 100 triliun hingga akhir April 2026.
Di bulan April 2026, outstanding pembiayaan pindar tumbuh sebesar 26,11 % dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp 102,07 triliun. Angka ini mencerminkan lonjakan permintaan kredit digital di tengah persaingan pasar.
“Pada industri pinjaman daring atau pindar, outstanding pembiayaan pada April 2026 tumbuh 26,11% year on year dengan nominal sebesar Rp 102,07 triliun,” ujar Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, dalam konferensi pers hasil RDKB Mei 2026, Jumat (5 Juni 2026).
Agusman menambahkan bahwa tingkat risiko kredit macet secara agregat, atau TWP 90, masih berada di 4,62 %. Hal ini menunjukkan tingkat ketidakpastian kredit yang relatif rendah di sektor pinjaman daring.
Di sisi lain, industri pegadaian menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Penyaluran pembiayaan pada April 2026 naik 56,80 % menjadi Rp 157,20 triliun. Dari total tersebut, produk gadai menyumbang 84,15 % atau Rp 132,29 triliun.
Berbeda dengan sektor lain, pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi 0,87 % secara tahunan, menurunkan total pembiayaan menjadi Rp 16,35 triliun.
Perusahaan pembiayaan di sektor piutang tumbuh 2,08 % menjadi Rp 514,65 triliun, didukung oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 10,64 %. Pertumbuhan ini menandakan peningkatan kebutuhan modal kerja di berbagai industri.
“Profil risiko perusahaan pembiayaan ini terjaga dengan rasio non-profit financing atau NPF gross tercatat sebesar 2,89 % dan NPF net sebesar 0,78 %. Gearing ratio tercatat sebesar 2,14 kali atau berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali,” tambah Agusman.
Data ini menyoroti dinamika sektor keuangan di Indonesia, di mana pinjaman daring dan pegadaian menunjukkan pertumbuhan yang kuat, sementara modal ventura dan piutang tetap stabil. Kinerja risiko yang terjaga menambah kepercayaan investor terhadap kesehatan industri keuangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
